Pencarian Memasuki Hari Ketujuh, Tim SAR Kembali Menemukan Lima Jenazah Korban Longsor di Cisarua
Operasi pencarian korban tanah longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua Bandung Barat memasuki hari ke-7, menemukan 5 jenazah tambahan sehingga total korban meninggal mencapai 60 orang. Tim SAR masih fokus mencari 25 korban hilang.

Operasi SAR Hari ke-7 Tanah Longsor Pasirlangu: 5 Jenazah Ditemukan, Total 60 Korban Meninggal
Tim SAR gabungan berhasil menemukan lima jenazah korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada hari ketujuh operasi pencarian. Temuan ini meningkatkan total korban meninggal dunia yang telah dievakuasi menjadi 60 orang, menurut data resmi dari posko penanganan bencana setempat.
Kondisi Medan yang Menantang Selama Operasi
Pencarian jenazah dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026, di tengah kondisi medan yang masih berat. Struktur tanah di lokasi bencana masih labil dan berisiko mengalami longsor susulan, sehingga petugas harus bekerja dengan ekstra ketat dan menerapkan pengamanan keselamatan secara menyeluruh. Meski menghadapi tantangan tersebut, upaya evakuasi korban tetap dilanjutkan tanpa mengorbankan keamanan personel di lapangan.
Proses Evakuasi dan Identifikasi Korban
Kelima jenazah yang ditemukan langsung dievakuasi ke posko SAR setempat, sebelum selanjutnya diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi. Tujuan dari proses ini adalah untuk segera mengenali identitas korban sehingga dapat diserahkan kepada pihak keluarga dengan cepat.
Berdasarkan data posko SAR, hingga hari ketujuh pencarian, puluhan jenazah telah berhasil diidentifikasi. Namun, sejumlah korban masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsor. Tim SAR gabungan memperkirakan masih ada sekitar 25 orang yang belum ditemukan, yang menjadi fokus utama pencarian saat ini.
Partisipasi Beragam Tim dalam Operasi
Operasi pencarian korban tanah longsor ini melibatkan unsur dari berbagai lembaga dan komunitas, antara lain:
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Basarnas)
- Tentara Nasional Indonesia (TNI)
- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri)
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat
- Pemerintah daerah setempat
- Relawan sukarelawan
Alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses penggalian material longsor, sementara pencarian manual tetap dilakukan di area-area yang sulit dijangkau oleh alat berat. Kombinasi kedua metode ini diharapkan dapat mempercepat pencarian korban yang masih hilang.
Rencana dan Koordinasi Selanjutnya
Pihak berwenang menyatakan bahwa operasi pencarian akan terus dilanjutkan, dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel dan kondisi cuaca di lokasi bencana. Koordinasi dengan keluarga korban juga terus dilakukan secara rutin, untuk memberikan pembaruan terkait perkembangan operasi pencarian di lokasi bencana.
"Keselamatan tim SAR adalah prioritas utama, namun kami tidak akan berhenti hingga semua korban yang hilang dapat ditemukan," ujar seorang koordinator operasi SAR yang tidak ingin disebutkan namanya.