Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pencarian lanjutan korban bencana tanah longsor di Cisarua

KBB · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

Update terbaru bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua Bandung Barat pada 26 Januari 2026. Tim SAR gabungan ditemani alat berat menemukan 34 jenazah, 20 di antaranya telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Polda Jawa Barat.

Pencarian lanjutan korban bencana tanah longsor di Cisarua

Update Terbaru Kondisi Bencana Tanah Longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua Bandung Barat

Konteks Terjadinya Tanah Longsor di Wilayah Rawan Bencana

Desa Pasirlangu, yang terletak di kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, merupakan wilayah yang sering terkena dampak bencana alam khususnya tanah longsor. Sebelum insiden pada Senin (26/1/2026), wilayah ini telah mengalami curah hujan tinggi selama tiga hari berturut-turut, yang membuat tanah menjadi lembap dan rentan longsor. Faktor geografis wilayah yang berbukit dengan gradien landai yang curam juga memperparah risiko terjadinya bencana ini.

Tim SAR Gabungan dan Alat Berat Mendukung Pencarian Korban

Setelah kejadian tanah longsor terjadi, tim SAR gabungan dari berbagai instansi segera terjun ke lokasi. Tim ini terdiri dari Basarnas Jawa Barat, Polda Jawa Barat, TNI AD, dan relawan lokal yang bekerja bersama-sama untuk mencari korban yang terjebak di bawah tumpukan lumpur dan batu. Untuk memudahkan akses ke area yang tertutup debris, tim SAR juga menggunakan alat berat seperti ekskavator dan loader untuk membersihkan jalur dan membuka area pencarian.

"Kondisi lokasi sangat sulit karena banyak bagian area yang tertutup lumpur tebal dan batu besar. Kami bekerja 24 jam nonstop untuk menemukan setiap korban yang mungkin masih tertinggal," ujar seorang petugas SAR Basarnas Jawa Barat dalam keterangan pers.

Data DVI Polda Jabar: 34 Jenazah Ditemukan, 20 Sudah Diuji Identitas

Hingga pukul 16.57 WIB pada hari yang sama, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat mengumumkan bahwa telah ditemukan sebanyak 34 jenazah korban bencana. Dari jumlah tersebut, 20 jenazah telah berhasil diidentifikasi melalui proses verifikasi yang ketat, termasuk sidik jari, tes DNA, dan pemeriksaan catatan gigi. Proses identifikasi ini penting untuk memastikan bahwa jenazah bisa segera dikembalikan ke keluarga korban untuk dilakukan upacara pemakaman sesuai dengan kepercayaan mereka.

Tim DVI juga menjelaskan bahwa jenazah yang belum diidentifikasi masih dalam tahap pemeriksaan, dan pihaknya akan bekerja dengan cepat untuk menyelesaikan proses ini. Mereka juga meminta keluarga korban untuk datang ke posko DVI yang telah dibuka di wilayah sekitar untuk memberikan sampel DNA atau informasi lain yang bisa membantu dalam identifikasi.

Langkah Selanjutnya: Penanganan Korban dan Pencegahan Bencana Berulang

Setelah pencarian korban selesai, pihak pemerintah dan instansi terkini akan mengambil beberapa langkah berikut:

Dampak Bencana pada Komunitas Lokal

Bencana tanah longsor ini telah memberikan dampak yang signifikan pada komunitas lokal. Selain kehilangan anggota keluarga, banyak rumah warga rusak parah dan akses jalan ke desa terputus selama beberapa hari. Pihak pemerintah telah mengirimkan bantuan berupa makanan, air minum, dan tenda sementara untuk warga yang tidak bisa kembali ke rumah mereka.

Komunitas lokal juga telah bergabung dalam upaya penanganan bencana, seperti membantu tim SAR dalam pencarian korban dan membersihkan area yang terkena dampak. Semangat gotong royong ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam mengatasi dampak bencana ini.