Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pencarian Korban Longsor Masih Berlangsung, Jumlah Pengungsi di KBB Terus Bertambah

KBB · Oleh Dimas Kurniawan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terus melakukan pencarian korban longsor dan menangani pengungsi yang jumlahnya fluktuatif hingga 550 orang. Pemerintah menunggu kajian Badan Geologi sebelum memutuskan penempatan kembali warga, dengan 34 korban telah ditemukan.

Pencarian Korban Longsor Masih Berlangsung, Jumlah Pengungsi di KBB Terus Bertambah

Update Terbaru: Pemkab Bandung Barat Lanjutkan Pencarian Korban Longsor

Bencana longsor yang melanda beberapa wilayah Kabupaten Bandung Barat belum berakhir sepenuhnya. Pemerintah daerah terus melakukan upaya pencarian korban yang masih hilang serta menangani penanganan warga terdampak yang kini mengungsi di sejumlah posko pengungsian. Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, menyatakan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan tidak ada korban yang tertinggal dan memberikan perlindungan kepada warga yang terdampak.

"Pertama tentu kami, Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat, tetap fokus pada pencarian korban yang sampai sekarang masih belum diketahui," ujar Asep Ismail saat ditemui di lokasi posko pengungsian, Selasa (27/1/2026).

Fluktuasi Jumlah Pengungsi yang Menjadi Tantangan

Salah satu tantangan yang dihadapi selama penanganan bencana ini adalah fluktuasi jumlah pengungsi di posko. Asep menjelaskan bahwa jumlah warga yang mengungsi mengalami perubahan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Awalnya, pada hari-hari pertama setelah bencana terjadi, jumlah pengungsi mencapai sekitar 115 orang. Namun, saat ini jumlah pengungsi yang ditampung di posko tersebut bertambah menjadi sekitar 550 orang.

Menurut Asep, fluktuasi jumlah pengungsi disebabkan oleh sebagian warga yang masih harus beraktivitas di tempat kerja atau lahan pertanian selama siang hari, sehingga mereka hanya kembali ke posko pada sore atau malam hari. Bahkan, pada hari sebelumnya, jumlah pengungsi sempat mencapai 950 orang sebelum turun kembali menjadi 550 orang pada hari penelitian.

"Siang ini terakhir dicek sekitar 550 orang, karena sebagian masih bekerja. Nanti malam kemungkinan bertambah lagi," jelasnya.

Kondisi ini membuat penanganan pengungsi menjadi lebih kompleks, karena pemerintah daerah harus terus memantau jumlah warga yang membutuhkan bantuan seperti makanan, pakaian, dan fasilitas kesehatan. Banyak pengungsi juga membutuhkan dukungan psikologis untuk mengatasi trauma akibat bencana, sehingga pemerintah juga harus mengalokasikan sumber daya untuk kebutuhan ini.

Koordinasi Antar Pihak untuk Mendukung Penanganan Bencana

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat tidak sendirian dalam menangani bencana longsor ini. Tim penanganan bencana terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan para relawan yang memberikan bantuan signifikan selama proses pencarian korban dan penanganan pengungsi.

"Kami selalu berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan para relawan yang luar biasa membantu proses pencarian dan penanganan bencana ini," ujar Asep.

Kerjasama antara pemerintah daerah, lembaga keamanan, dan relawan ini dianggap sangat penting untuk memastikan bahwa semua upaya penanganan bencana berjalan lancar dan efektif. Selain itu, koordinasi ini juga memungkinkan pemerintah untuk mengalokasikan sumber daya dengan lebih efisien, seperti peralatan pencarian, tenaga medis, dan kebutuhan dasar pengungsi. Banyak relawan juga memberikan dukungan non-fisik, seperti pendampingan warga dan penyebaran informasi tentang kondisi wilayah.

Penentuan Radius Aman Menunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Salah satu keputusan penting yang harus diambil oleh pemerintah daerah adalah kapan warga dapat kembali ke rumah mereka atau dipindahkan ke tempat tinggal permanen. Namun, Asep menegaskan bahwa pemerintah masih menunggu hasil kajian dari Badan Geologi sebelum mengambil keputusan apapun terkait penempatan kembali warga.

"Kami menunggu pengkajian dari Badan Geologi. Setelah itu akan kami rapatkan bersama dinas terkait. Ini harus betul-betul dikaji agar tidak salah menempatkan warga ke depannya," tegasnya.

Hasil kajian Badan Geologi akan membantu pemerintah menentukan radius aman dari lokasi longsor, sehingga warga dapat ditempatkan di wilayah yang tidak berisiko mengalami bencana serupa. Keputusan ini sangat penting untuk mencegah terjadinya bencana lebih lanjut dan melindungi keselamatan warga. Selain itu, pemerintah juga harus mempertimbangkan dampak ekonomi dari penempatan kembali warga, seperti kehilangan mata pencaharian yang tergantung pada lahan di sekitar wilayah longsor.

Untuk sementara waktu, warga yang tinggal di area yang langsung terdampak longsor diminta untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Namun, pemerintah belum dapat menentukan radius aman yang pasti karena masih menunggu hasil kajian resmi dari Badan Geologi.

"Wilayah yang sudah terkena longsor jelas tidak diperbolehkan untuk ditempati. Soal radius aman, itu kembali lagi menunggu hasil kajian, baik di sekitar lokasi longsor maupun wilayah terdampak lain," katanya.

Jumlah Korban yang Ditemukan dan Kondisi Warga Terdampak

Hingga saat penelitian dilakukan, Asep mengonfirmasi bahwa jumlah korban yang telah ditemukan dalam kondisi tertimbun material longsor sebanyak 34 orang. Angka ini merupakan perkembangan penting dalam penanganan bencana, dan pemerintah terus berupaya menemukan korban yang masih hilang. Tim pencarian korban menggunakan peralatan canggih dan kerja sama lintas pihak untuk mempercepat proses pencarian.

Selain itu, sebagian warga yang datang ke posko pengungsian bukan hanya mereka yang rumahnya terdampak langsung longsor, tetapi juga warga yang merasa khawatir dengan kondisi lingkungan sekitar meskipun rumah mereka tidak rusak. Mereka memilih mengungsi karena takut akan terjadinya longsor kembali, dan pulang ke posko pada sore atau malam hari setelah bekerja di siang hari.

Kondisi ini menunjukkan bahwa ketakutan dan kekhawatiran warga terhadap bencana masih tinggi, sehingga pemerintah perlu terus memberikan informasi yang jelas dan akurat tentang kondisi wilayah untuk mengurangi kecemasan mereka. Pemerintah juga harus meningkatkan patroli di wilayah sekitar longsor untuk memantau kondisi geologi dan mencegah terjadinya bencana lebih lanjut.

Upaya Pemulihan Jangka Panjang

Upaya penanganan bencana longsor di Kabupaten Bandung Barat masih berlangsung, dan pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melakukan semua upaya yang diperlukan untuk menemukan korban yang masih hilang, menangani pengungsi, dan memastikan keselamatan warga. Keputusan yang diambil setelah hasil kajian Badan Geologi akan menjadi langkah penting dalam pemulihan jangka panjang dari bencana ini.

Selain itu, pemerintah juga harus merencanakan program pemulihan yang komprehensif, seperti membangun rumah baru untuk warga yang kehilangan rumah, memberikan bantuan ekonomi untuk memulihkan mata pencaharian, dan melakukan penguatan lereng untuk mencegah terjadinya longsor di masa depan. Program ini akan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat lokal.