Pemkab Tasikmalaya Bangun Sumur Bor di Tiap Kecamatan untuk Antisipasi Kekeringan 2026
Pemkab Tasikmalaya siapkan sumur bor di setiap kecamatan dengan target operasional 2026 untuk antisipasi kekeringan. Pendanaan melalui APBD Perubahan dan kemitraan Qatar Charity.

Setahun setelah Garut menyalurkan ratusan ribu liter air bersih untuk warga terdampak kekeringan, daerah tetangga di sebelah timur itu menghadapi tantangan serupa. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya prepare diri dengan membangun infrastruktur air mandiri di setiap kecamatan, dengan target operasional pada 2026.
Rencana ini menjadi strategi jangka menengah Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk mengurai masalah kekeringan yang berulang setiap musim kemarau. Selama ini, dampak terberatnya jatuh pada masyarakat yang kesulitan mengakses air bersih dan petani whose lahan bergantung pada curah hujan.
"Tahun ini tiap kecamatan memiliki sumur bor yang memadai dengan kapasitas diperbesar," kata Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi.
Baca Juga: Polisi Tangkap PY Terkait Penganiayaan Anak 6 Tahun di Purwakarta Usai Video Viral
Skema pendanaannya menggunakan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2026. Pemerintah daerah mendorong pengalokasian anggaran yang lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya agar kapasitas dan jangkauan pembangunan bisa merata ke seluruh 39 kecamatan.
BPBD Tasikmalaya meantime mengambil peran untuk penanganan jangka pendek dan kedaruratan. Instansi ini menyiapkan strategi berupa penyaluran bantuan air dan koordinasi cepat ketika kekeringan sudah melanda suatu wilayah.
Langkah jangka panjang juga mencakup gerakan reboisasi untuk memperbaiki resapan air tanah. Pihak kecamatan dilibatkan dalam perencanaan agar distribusi sumur bor bisa menjangkau wilayah yang paling membutuhkan.
Baca Juga: Garut Raih Penghargaan Elektrifikasi 100 Persen Listrik Hijau dari Pengembangan Panas Bumi
Pemerintah daerah menggandeng Qatar Charity, lembaga kemanusiaan internasional, untuk mendanai sebagian pembangunan sumur bor. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat реализация програм dan menjangkau lebih banyak titik dibanding只靠 anggарап daerah.
"Jadi, pembangunan tidak boleh setengah-setengah," tegas Asep Sopari.
Sinergitas dengan DPRD juga digalang agar 50 anggota dewan bisa menjembatani aspirasi wilayahnya masing-masing. Pemerintah daerah berharap skema kebijakan ini bisa bertahan melampaui satu periode kepemimpinan dan menjadi fondasi kebutuhan dasar warga Tasikmalaya.