Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pemkab Bandung tebar 5,2 juta benih tanaman keras via pesawat CASA

KBB · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

Program aeroseeding 5,2 juta benih di Kabupaten Bandung, didanai CSR, kolaborasi pentahelix, untuk kurangi risiko longsor dan tingkatkan vegetasi.

Pemkab Bandung tebar 5,2 juta benih tanaman keras via pesawat CASA

Inisiatif Aeroseeding Skala Besar di Kabupaten Bandung: Kolaborasi Pentahelix untuk Reduksi Risiko Longsor

Bandung, 18 Februari 2026 – Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meluncurkan program penebaran 5,2 juta benih melalui metode aeroseeding. Operasi ini digerakkan oleh pesawat CASA C‑212 milik TNI Angkatan Udara, menandai upaya terkoordinasi antara pemerintah, militer, aparat keamanan, dan sektor swasta dalam rangka mitigasi bencana tanah longsor.


Latar Belakang: Ancaman Longsor di Wilayah Rawan

Kabupaten Bandung memiliki topografi berbukit dan curam, yang membuat sebagian wilayahnya rentan terhadap erosi dan longsor, terutama setelah musim hujan yang lebat. Kecamatan Arjasari, Kertasari, dan Pacet tercatat mengalami tanah longsor dalam lima tahun terakhir, menimbulkan kerugian material dan mengancam jiwa warga. Upaya rehabilitasi lingkungan yang tradisional sering terhambat oleh akses jalan yang terbatas, sehingga diperlukan pendekatan inovatif.


Metode Aeroseeding: Mengoptimalkan Jangkauan Tanpa Batas Darat

Aeroseeding adalah teknik penyebaran benih secara udara menggunakan pesawat atau drone, memungkinkan penanaman di area yang tidak dapat diakses kendaraan darat. Dalam operasi ini, pesawat CASA C‑212 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh Malang membawa hampir delapan ton biji‑bijian, mencakup varietas keras (pohon kayu) dan buah‑buahan yang dipilih berdasarkan daya tahan terhadap tanah marginal.

"Kami melaksanakan penyebaran benih tanaman keras dan buah‑buahan di area‑area yang telah disurvei dan dinilai rawan longsor," ujar Komandan Lanud Sulaiman Marsma, Eko Sujatmiko.

Distribusi Penebaran Benih

Setiap wilayah dipilih berdasarkan hasil survei GIS yang menilai tingkat kemiringan, curah hujan, dan histori longsor.


Pendanaan Tanpa Menggunakan APBD: CSR dan Pentahelix

Unik dari program ini adalah sumber pendanaan non‑APBD. Seluruh biaya berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan lokal, termasuk PDAM, Bank Jabar Banten (BJB), BPR, ABT, serta sejumlah perusahaan manufaktur dan energi yang beroperasi di Jawa Barat. Pendekatan ini mencerminkan model pentahelix—kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, masyarakat, dan media—untuk menghasilkan solusi berkelanjutan.

"Kegiatan ini murni untuk kepentingan masyarakat dan lingkungan," tegas Bupati Dadang Supriatna.

Dampak Lingkungan yang Diharapkan

  1. Peningkatan vegetasi: Penanaman cepat menutupi zona erosi, memperkuat struktur tanah.
  2. Reduksi risiko longsor: Akar pohon membantu menahan lapisan tanah pada lereng curam.
  3. Pemulihan ekosistem: Diversifikasi tanaman buah‑buahan meningkatkan biodiversitas dan potensi ekonomi lokal.
  4. Peningkatan kesad publik: Keterlibatan lembaga keamanan dan media memperluas edukasi mitigasi bencana.

Analisis Tantangan dan Prospek Ke Depan

Meskipun aeroseeding menawarkan solusi logistik yang efisien, beberapa tantangan tetap ada:

Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Kabupaten Bandung berencana mengintegrasikan program dengan BPTP (Balai Penyuluhan dan Teknologi Pertanian) serta lembaga riset universitas setempat, memastikan after‑care yang berkelanjutan.


Kesimpulan: Model Replika Nasional?

Program aeroseeding di Kabupaten Bandung menegaskan nilai kolaborasi lintas sektoral dalam mitigasi bencana alam. Dengan mengandalkan CSR dan teknologi penerbangan, inisiatif ini tidak hanya mengurangi risiko longsor, tetapi juga membuka peluang rekonstruksi ekonomi hijau di wilayah pedesaan. Keberhasilan jangka panjang akan tergantung pada monitoring berkelanjutan, keterlibatan masyarakat, dan replikasi model serupa di daerah rawan bencana lain di Indonesia.

Silakan ikuti perkembangan selanjutnya melalui kanal resmi Pemerintah Kabupaten Bandung dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.