Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pembukaan Lahan untuk Pertanian Diduga Picu Kebakaran 4 Hektare Hutan Bukit Tunggul

KBB · Oleh ·

Kebakaran 4 hektar hutan Bukit Tunggul perbatasan Bandung-Bandung Barat dipicu aktivitas pembukaan lahan untuk pertanian yang tak terkendali akibat angin kencang

Pembukaan Lahan untuk Pertanian Diduga Picu Kebakaran 4 Hektare Hutan Bukit Tunggul

Api melahap empat hektar hutan di kawasan Bukit Tunggul, perbatasan Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat dengan Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Kebakaran dimulai Sabtu malam dan terus membesar hingga mendekati permukiman warga Desa Cibodas, Lembang.

Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KBB menerima laporan mengenai kebakaran pada Sabtu malam. Namun setelah ditelusuri, titik api masuk ke wilayah administratif Kabupaten Bandung.

"Kami semalam menerima informasi kebakaran lahan di area Bukit Tunggul. Setelah dilakukan pengecekan ke lokasi, area yang terbakar seluas kurang lebih 4 hektare. Namun masuk ke Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KBB Siti Aminah Anshoriah.

Baca Juga: Jalan Kolonel Masturi Bandung Barat Ditutup Total 14 September, Proyek Pelebaran Jembatan Selama 67 Hari

Pemadaman di kawasan perbukitan itu menghadapi hambatan medan. Selang air petugas tidak bisa menjangkau titik api yang berjarak sekitar tiga kilometer dari lokasi parkir kendaraan.

"Kendaraan tidak bisa menjangkau titik api, karena jarak dari kendaraan terparkir ke titiknya sekitar 3 kilometer. Kendala dalam pemadaman kebakaran lahan memang medan yang terjal," lanjut Siti.

Petugas akhirnya berfokus pada pembatasan area kebakaran agar tidak meluas ke permukiman. Kondisi tanaman kering dan angin kencang mempertinggi risiko penyebaran api.

Baca Juga: Sagitarius Diperingatkan soal Tekanan Ganda di September 2026, Peluang Karier dan Risiko Keuangan

"Meskipun hanya terkena bara, tanaman kering itu mudah terbakar," jelas Siti.

Api diduga muncul dari aktivitas pembukaan lahan baru untuk pertanian. Warga membakar pohon-pohon kecil dan rumput kering, namun viento kencang membuat api merambat cepat ke vegetasi di sekitarnya.

"Informasi dari warga setempat demikian, karena pembakaran untuk pembukaan lahan baru (untuk pertanian) dan pohon-pohon kecil dibakar. Tapi karena angin kencang, jadi mudah membesar dan merambat," kata Siti.

Hutan Bukit Tunggul merupakan kawasan penyangga yang menghubungkan dua wilayah administratif berbeda. Kerusakan empat hektar vegetasi di kawasan ini berpotensi mempengaruhi sistem aliran air dan keseimbangan ekosistem di lintas batas dua kabupaten.