Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Operasi SAR Longsor Pasirlangu Hari ke-13, Dua Body Bag Ditemukan

KBB · Oleh Dimas Kurniawan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Operasi SAR pencarian korban tanah longsor Pasirlangu, Bandung Barat memasuki hari ke-13 pada 5 Februari 2026. Tim menerapkan strategi adaptif untuk efisiensi dan keselamatan, menemukan 2 korban baru, dengan total 94 jenazah terdata dan 70 di antaranya telah diidentifikasi.

Operasi SAR Longsor Pasirlangu Hari ke-13, Dua Body Bag Ditemukan

Latar Belakang Operasi SAR Pasirlangu yang Masih Berlanjut

Tanah longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat telah menimbulkan korban jiwa yang signifikan. Hingga Kamis (5/2/2026), operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang digelar oleh tim gabungan memasuki hari ke-13, dengan upaya yang terus dilakukan untuk menemukan setiap korban yang masih hilang. Kondisi cuaca cerah pada hari tersebut menjadi peluang yang dimanfaatkan secara optimal oleh tim SAR dan masyarakat untuk mempercepat proses pencarian, terutama di area yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.

Strategi Adaptif SAR untuk Operasi yang Berlangsung Lama

Dalam fase lanjutan operasi, tim SAR menerapkan strategi adaptif yang terukur dan berorientasi pada keselamatan personel. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menjelaskan bahwa penyesuaian jumlah sumber daya—baik personel maupun peralatan utama—dilakukan sebagai bagian dari pengendalian operasi. Tujuan dari penyesuaian ini adalah untuk memastikan operasi tetap efektif, efisien, dan aman, tanpa mengurangi kualitas upaya pencarian korban.

"Walaupun terdapat penyesuaian kekuatan, semangat, disiplin, serta koordinasi antara Basarnas dan unsur SAR gabungan tetap terjaga. Seluruh unsur masih bekerja sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing di bawah satu sistem komando," ujar Ade Dian.

Konfirmasi Data untuk Pencarian yang Lebih Terarah

Untuk meningkatkan akurasi proses pencarian, tim SAR kembali melakukan konfirmasi data perkiraan posisi rumah dan korban sebelum terjadinya longsor kepada para penyintas yang merupakan rumah tangga sasaran (RTS) di area pencarian. Langkah ini sangat penting karena membantu tim SAR menargetkan area pencarian dengan lebih tepat, sehingga dapat menghemat waktu dan sumber daya yang digunakan. Dengan data yang akurat, proses pencarian dapat berjalan lebih terarah dan efisien.

Temuan Hari ke-13: Dua Korban Baru Ditemukan

Pada hari ke-13 operasi, tim SAR berhasil menemukan dua korban baru. Pukul 14.05 WIB, tim menemukan satu body bag di worksite B2, dan pada pukul 15.27 WIB, satu body bag lagi ditemukan di worksite A3. Dengan penemuan ini, total korban yang berhasil dievakuasi pada hari tersebut adalah dua orang. Secara akumulatif, sejak hari pertama operasi hingga pukul 17.30 WIB pada 5 Februari 2026, total jumlah body bag yang ditemukan adalah 94 unit. Angka ini menunjukkan bahwa upaya tim SAR selama 13 hari telah memberikan hasil yang signifikan, meskipun masih terdapat korban yang belum ditemukan.

Proses Identifikasi Korban yang Berjalan Lancar

Proses identifikasi korban yang dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) juga terus berjalan. Hingga pukul 06.00 WIB pada 5 Februari 2026, tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 70 korban jiwa dari 73 body bag yang diterima. Artinya, masih terdapat 19 body bag yang saat ini berada dalam proses identifikasi lanjutan. Proses identifikasi ini penting untuk membantu keluarga korban mendapatkan kejelasan tentang nasib orang yang mereka cintai dan dapat melaksanakan upaya pemakaman dengan sesuai.

Komitmen dan Apresiasi terhadap Seluruh Pihak Terlibat

Ade Dian menegaskan bahwa meskipun operasi pencarian telah berlangsung cukup panjang dan sumber daya mengalami penyesuaian, komitmen negara melalui Basarnas dan SAR gabungan tetap terjaga. Setiap tahapan pencarian dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian, empati, serta tanggung jawab kemanusiaan. Selain itu, pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi SAR, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, komunitas relawan, hingga masyarakat yang terus memberikan dukungan. "Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar setiap tahapan operasi pencarian dapat berjalan dengan aman dan optimal," tutup Ade Dian.