Ombak di Pantai Pangandaran Berangsur Reda Seusai Nelayan Tewas Terbalik
Ombak di Pantai Pangandaran berangsur mereda setelah beberapa hari terakhir berbahaya. Sebelumnya gelombang menerjang hingga ke jalan dan menyebabkan seorang nelayan tewas terbalik perahu.

Pantai Pangandaran kini mulai menunjukkan kondisi yang lebih tenang. Ombak yang beberapa hari terakhir menerjang hingga ke badan jalan berangsur surut sejak Sabtu kemarin.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran Dodo Kusnadi membenarkan kondisi tersebut. "Yang sekarang relatif ke sedang ombaknya," katanya saat dihubungi melalui telepon.
Kondisi ini jauh berbeda dengan pemandangan pada Senin, 10 Agustus lalu. Gelombang laut saat itu begitu tinggi hingga menghanyutkan perahu nelayan di Pantai Barat Pangandaran. Seorang nelayan dilaporkan hilang dan kemudian ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.
Baca Juga: Putih Sari Tampil di HUT Bekasi, Warga Minta Perhatian pada Banjir dan Drainase
Dodo menceritakan, gelombang beberapa hari sebelumnya sempat mencapai bibir pantai dan mengganggu aktivitas warga. "Hari ini masih tinggi, tapi tidak setinggi sebelumnya sampai ke jalan," katanya.
BPBD Pangandaran bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) kini tetap bersiaga. Mereka rutin memantau perkembangan cuaca dan membagikan peringatan kepada masyarakat pesisir. Tagana Pangandaran turun langsung ke lapangan untuk mengingatkan warga agar tidak lengah.
Ketua Tagana Pangandaran Nana Suryana mengatakan bahwa pemantauan beberapa hari terakhir memang menunjukkan gelombang laut yang tidak biasa. "Sekarang sudah normal," katanya.
Baca Juga: Kapolres Datangi Gedung Dewan Purwakarta Bahas Keamanan Bersama Legislatif
BPBD Kabupaten Pangandaran melalui kepala pelaksana meminta seluruh masyarakat pesisir untuk menjaga kewaspadaan. "Pada semua masyarakat harus tetap waspada karena masih musim pancaroba," kata Dodo.
Tragedi Senin lalu menambah daftar panjang kecelakaan akibat gelombang tinggi di kawasan pesisir selatan Jawa Barat. Wisatawan Garut Tewas Ombak di Zona Bahaya Pantai Madasari Pangandaran beberapa waktu lalu menjadi pengingat bahwa ancaman ombak tinggi tidak hanya menerjang saat cuaca buruk, tetapi juga saat musim pergantian cuaca.
Pemerintah daerah setempat terus berkoordinasi denganBMKG untuk memantau perkembangan cuaca dan potensi gelombang tinggi ke depan.