OJK dan FKIJK Jabar Salurkan Bantuan dan Siapkan Pemulihan Lahan Kritis Pascabencana di Cisarua
OJK Provinsi Jawa Barat bersama FKIJK Jabar salurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat pada Rabu (28/1). Selain penanganan darurat, kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk evaluasi dan pemulihan lahan kritis guna mendukung pembangunan berkelanjutan.

OJK Jabar Bersama FKIJK Salurkan Bantuan Korban Longsor Cisarua: Lebih Dari Hanya Penanganan Darurat
Rabu (28 Januari 2026), Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat menjadi lokasi penyaluran bantuan kemanusiaan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dunia jasa keuangan terhadap masyarakat yang terdampak bencana tanah longsor, sekaligus wujud komitmen kolaborasi lintas lembaga dalam merespons kondisi darurat.
Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Darwisman, Kepala OJK Provinsi Jawa Barat yang juga menjabat sebagai Ketua Umum FKIJK Jawa Barat, bersama jajaran pengurus FKIJK. Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Ketua FKIJK Laniwati Tjandra (Direktur Krom Bank), Ketua Bidang Sosial dan Kerohanian Roy W. Maulana (Pimpinan Wilayah BNI Jawa Barat), serta perwakilan pengurus FKIJK lainnya yaitu Vicky Fitriadi (Direktur Operasional BJB Syariah) dan Asep Dani Fadilah (SEVP Enterprise Risk BJB).
Jenis Bantuan yang Disediakan: Menutupi Kebutuhan Dasar Masyarakat Terdampak
Untuk membantu masyarakat yang kehilangan banyak akibat longsor, bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan dasar yang dibutuhkan untuk memulihkan kehidupan sehari-hari:
- Logistik pangan: Berupa beras, minyak goreng, dan bahan makanan pokok lainnya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga terdampak selama beberapa minggu.
- Perlengkapan bayi dan keluarga: Di antaranya popok bayi, pakaian hangat, selimut, dan perlengkapan mandi untuk keluarga yang kehilangan harta benda akibat bencana.
- Peralatan kebersihan dan kesehatan: Sabun, sampo, masker medis, dan peralatan kesehatan dasar untuk mencegah penyebaran penyakit pascabencana.
- Perlengkapan pendidikan dan sosial: Buku tulis, alat tulis, dan perlengkapan lain untuk mendukung aktivitas belajar anak-anak yang terdampak, serta bantuan sosial lainnya sesuai kebutuhan khusus masyarakat.
Dari Penanganan Darurat ke Pemulihan Berkelanjutan: Fokus pada Lahan Kritis
Selain menyediakan bantuan darurat, kegiatan ini juga memiliki tujuan yang lebih luas: memulai langkah-langkah pemulihan lingkungan di wilayah terdampak. Menurut Darwisman, kepala OJK Provinsi Jawa Barat:
“Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga menjadi langkah awal untuk mengevaluasi kondisi lingkungan di wilayah terdampak. Keberadaan lahan kritis menjadi salah satu faktor kerentanan bencana sehingga memerlukan langkah lanjutan bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.”
Lahan kritis adalah lahan yang mengalami degradasi parah sehingga berpotensi menyebabkan bencana seperti tanah longsor, banjir, atau erosi. Di wilayah Cisarua, kondisi geografis yang bergelombang dan aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan seperti penebangan pohon liar dan pembangunan di area rawan bencana telah berkontribusi pada peningkatan luas lahan kritis. Oleh karena itu, upaya pemulihan lahan kritis tidak hanya akan mengurangi risiko bencana di masa depan tetapi juga mendukung pemulihan pascabencana secara keseluruhan, termasuk pemulihan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.
Sinergi Lintas Lembaga untuk Pembangunan Jawa Barat yang Inklusif
Kegiatan penyaluran bantuan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara lembaga pemerintah, industri jasa keuangan, dan pemerintah daerah dalam menangani bencana dan memajukan pembangunan berkelanjutan. Melalui FKIJK Jawa Barat, industri jasa keuangan dapat berkontribusi lebih banyak daripada hanya dalam sektor ekonomi—yaitu dalam bidang sosial dan lingkungan.
Komitmen OJK dan FKIJK untuk memperkuat sinergi ini bertujuan untuk menciptakan pembangunan Jawa Barat yang inklusif, di mana setiap lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat dari perkembangan ekonomi tanpa mengorbankan lingkungan. Dengan fokus pada ketahanan sosial dan kelestarian lingkungan, kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi lembaga lain untuk turut berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan wilayah.
Dengan langkah ini, OJK Jabar dan FKIJK tidak hanya memberikan bantuan langsung kepada korban longsor Cisarua tetapi juga membuka jalan untuk solusi jangka panjang yang dapat mencegah terjadinya bencana serupa di masa depan. Sinergi lintas lembaga yang dibangun ini menjadi pondasi penting untuk mencapai tujuan pembangunan Jawa Barat yang berkelanjutan dan inklusif.