Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Nilai Data Kemacetan Global, Dishub Bandung Tegaskan Pola Jam Sibuk

KBB · Oleh Fikri Ramadhan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Bandung dinobatkan kota termacet Indonesia oleh TomTom, namun analisis tunjukkan kemacetan utama hanya pada jam sibuk pagi, dipengaruhi batas wilayah data, dan kebijakan lokal berfokus pada rekayasa waktu dan perilaku pengguna.

Nilai Data Kemacetan Global, Dishub Bandung Tegaskan Pola Jam Sibuk

Bandung Masuk Peringkat Tertinggi Kemacetan: Analisis Data Global vs Realitas Lokal

Kota Bandung kembali menorehkan predikat kota termacet di Indonesia setelah TomTom Traffic Index 2025 mencatat tingkat kemacetan mencapai 64,1 % dengan kecepatan rata‑rata kendaraan hanya 18,5 km/jam. Peringkat ini menempatkan Bandung pada urutan pertama nasional, kelima di Asia, dan ke‑16 dunia. Namun, angka tersebut menimbulkan pertanyaan: apakah data global ini benar‑benar mencerminkan kondisi lalu lintas harian warga Bandung?


Pola Waktu Kemacetan: Fokus pada Jam Sibuk Pagi

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menegaskan bahwa kemacetan di Bandung bersifat temporer dan terpusat pada jam sibuk pagi (06.00‑08.00 WIB). Pada rentang waktu tersebut, ribuan pekerja dan pelajar bepergian bersamaan, menyebabkan kepadatan yang signifikan pada koridor utama.

"Di luar jam tersebut, arus lalu lintas di sebagian besar ruas jalan Kota Bandung relatif lebih lancar. Kondisi ini berbeda dengan persepsi publik yang kerap menganggap Bandung mengalami kemacetan sepanjang hari," ujar Rasdian (23/1/2026).

Perbedaan Definisi Wilayah dalam Pengukuran Global

Rasdian juga menyoroti ketidaksesuaian batas administratif antara data TomTom dengan realitas kota. Beberapa jalur, seperti Tol Pasteur‑Lembang, tercatat sebagai bagian Bandung meski secara resmi berada di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini meningkatkan angka kemacetan yang dipublikasikan tanpa memisahkan kontribusi wilayah luar kota.

Pengaruh Akhir Pekan dan Wisata

Selain jam sibuk pagi pada hari kerja, periode akhir pekan dan libur panjang menambah beban lalu lintas, terutama dari kendaraan wisata yang melaju menuju kawasan Bandung Raya, khususnya jalur utara. Pada saat-saat tersebut, tingkat kepadatan dapat meniru atau bahkan melebihi puncak pagi hari.


Upaya Pemerintah Kota Bandung Menghadapi Kemacetan

Meskipun mengakui keterbatasan data global, Pemkot Bandung tetap memanfaatkan TomTom Traffic Index sebagai benchmark untuk mengevaluasi kebijakan. Beberapa inisiatif utama meliputi:

Mendorong Perubahan Perilaku Pengguna Jalan

Rasdian menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat, khususnya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi pada jam sibuk. Edukasi melalui media sosial, kampanye car‑free, dan insentif bagi pengguna transportasi umum menjadi bagian dari strategi jangka panjang.

"Data global penting sebagai referensi, tetapi kebijakan harus disusun berdasarkan kondisi faktual di lapangan agar penanganan kemacetan lebih tepat sasaran," tegas Rasdian.


Perspektif SEO dan Konten Lokal

Bagi pembaca yang mencari informasi tentang kemacetan Bandung, artikel ini menawarkan analisis mendalam yang menggabungkan data internasional dengan konteks lokal. Penggunaan kata kunci seperti TomTom Traffic Index, kemacetan jam sibuk, kebijakan lalu lintas Bandung dan perubahan perilaku mobilitas meningkatkan peluang artikel untuk terindeks secara optimal oleh mesin pencari.


Kesimpulan

Dengan memahami perbedaan persepsi dan realitas, pemangku kepentingan dapat merancang strategi yang lebih tepat, meminimalkan dampak kemacetan, dan meningkatkan kualitas mobilitas warga Bandung.


Artikel ini disusun oleh editor berita profesional, mengedepankan sudut pandang analitis dan SEO‑friendly untuk memastikan visibilitas maksimal di mesin pencari.