Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Merangkai Solusi Lingkungan: Ambisi Cimahi Kelola 250 Ton Sampah Mandiri demi Masa Depan Berkelanjutan

KBB · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

### Merangkai Solusi Lingkungan: Ambisi Cimahi Kelola 250 Ton Sampah Mandiri demi Masa Depan Berkelanjutan Kota Cimahi, sebuah entitas urban yang dinamis di Jawa Barat, tengah mengukuhkan komitmennya

Merangkai Solusi Lingkungan: Ambisi Cimahi Kelola 250 Ton Sampah Mandiri demi Masa Depan Berkelanjutan

Merangkai Solusi Lingkungan: Ambisi Cimahi Kelola 250 Ton Sampah Mandiri demi Masa Depan Berkelanjutan

Kota Cimahi, sebuah entitas urban yang dinamis di Jawa Barat, tengah mengukuhkan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dengan target ambisius: mengelola sekitar 250 ton sampah per hari secara mandiri. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengakhiri ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat, menandai era baru dalam pengelolaan limbah kota.

Tantangan Lingkungan dan Urgensi Kemandirian Sampah

Dengan populasi mencapai sekitar 584 ribu jiwa, Kota Cimahi menghadapi produksi sampah harian rata-rata yang signifikan, berkisar antara 233 hingga 250 ton. Angka ini menuntut respons inovatif dan terukur, terutama mengingat tekanan yang seringkali dialami TPA regional seperti Sarimukti, mulai dari isu kelebihan kapasitas hingga dampak lingkungan yang serius. Visi "zero sampah ke TPA Sarimukti" bukan hanya sekadar slogan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak untuk menjaga keseimbangan ekologis dan kesehatan masyarakat.

Pemerintah kota memahami bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tentang membuang, tetapi tentang merencanakan masa depan. Ketergantungan pada TPA eksternal kerap kali memunculkan kerentanan logistik dan finansial, belum lagi implikasi lingkungan yang berkepanjangan. Oleh karena itu, inisiatif kemandirian pengelolaan sampah ini menjadi krusial.

Inovasi Pengelolaan: TPST Utama dan Teknologi RDF

Sebagai pilar utama dalam upaya ini, Pemerintah Kota Cimahi telah mengoperasikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Utama. Fasilitas ini, yang sebelumnya merupakan gudang pabrik yang tidak terpakai, kini telah direvitalisasi dan dilengkapi dengan infrastruktur memadai seperti gardu listrik, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), dan pasokan air. TPST Utama dirancang untuk mengolah sekitar 10 hingga 15 ton sampah per hari, memanfaatkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

Teknologi RDF adalah metode pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif yang dapat digunakan dalam proses industri, seperti pabrik semen. Proses ini tidak hanya mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke TPA, tetapi juga mengonversi limbah menjadi sumber energi yang berharga, mencerminkan pendekatan ekonomi sirkular.

Kehadiran TPST Utama menjadi bukti nyata komitmen Cimahi untuk beralih dari model linear "buang-ke-TPA" menuju model yang lebih sirkular dan berkelanjutan. Saat ini, sekitar 49 persen dari total produksi sampah harian di Kota Cimahi telah mampu dikelola secara mandiri, sebuah angka yang diharapkan terus meningkat.

Memperluas Jejak: Kontribusi TPST Lain dan Harapan Masa Depan

Selain TPST Utama, Pemerintah Kota Cimahi juga mengandalkan peran TPST Santiong yang berlokasi di Jalan Kolonel Masturi, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara. Sinergi antara berbagai fasilitas pengolahan ini menjadi kunci untuk mencapai target pengelolaan 250 ton sampah per hari secara mandiri.

Analisis Mendalam: Menuju Cimahi Berkelanjutan

Langkah Cimahi menuju kemandirian pengelolaan sampah bukan hanya sekadar respons terhadap masalah lingkungan, melainkan sebuah investasi jangka panjang dalam keberlanjutan kota. Pendekatan ini menawarkan berbagai manfaat:

Namun, tantangan tetap ada. Diperlukan perluasan kapasitas, inovasi berkelanjutan dalam teknologi pengolahan, serta penguatan regulasi dan penegakan hukum terkait pengelolaan sampah. Selain itu, program edukasi yang masif dan berkelanjutan kepada masyarakat adalah fondasi untuk memastikan sampah dipilah sejak dari rumah, memaksimalkan efisiensi proses di TPST.

Kesimpulan

Ambisi Kota Cimahi untuk mengelola 250 ton sampah secara mandiri setiap hari merupakan sebuah langkah monumental menuju kota yang lebih hijau dan berkelanjutan. Dengan dukungan infrastruktur seperti TPST Utama dan pemanfaatan teknologi RDF, Cimahi tidak hanya mengurangi beban TPA Sarimukti tetapi juga memposisikan dirinya sebagai pionir dalam inovasi pengelolaan sampah di Jawa Barat. Keberhasilan inisiatif ini akan menjadi model inspiratif bagi kota-kota lain dalam menghadapi tantangan lingkungan yang serupa.