Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Meluruskan Sejarah 'Kota Kembang': Menggali Akar Identitas Bunga di Parongpong, Bandung Barat

KBB · Oleh Dimas Kurniawan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Parongpong, khususnya Desa Cihideung, menjadi sentra kebun bunga yang menopang estetika dan ekonomi Bandung Raya. Jejaknya memperkuat narasi Kota Kembang dari wilayah pinggiran.

Meluruskan Sejarah 'Kota Kembang': Menggali Akar Identitas Bunga di Parongpong, Bandung Barat

Parongpong dan Jejak Sentra Bunga di Balik Julukan Kota Kembang

Julukan Kota Kembang selama ini lekat dengan Kota Bandung. Identitas tersebut identik dengan lanskap hijau, taman kota, serta citra estetika yang berkembang sejak era kolonial.

Namun, sejarah pembentukan identitas itu tidak sepenuhnya lahir dari pusat kota. Di wilayah barat Bandung, tepatnya Parongpong, terdapat jejak panjang pertanian bunga yang turut menopang wajah Bandung Raya.

Desa Cihideung sebagai Sentra Tanaman Hias

Parongpong, khususnya Desa Cihideung, dikenal sebagai sentra kebun bunga dan tanaman hias.

Kondisi geografis berupa udara sejuk dan tanah yang subur menjadikan wilayah ini ideal untuk budidaya berbagai jenis bunga.

Praktik pertanian yang diwariskan secara turun-temurun memperkuat karakter kawasan sebagai produsen tanaman hias yang memasok kebutuhan estetika kota.

Dari kebun-kebun inilah berbagai jenis bunga didistribusikan ke pasar lokal hingga luar daerah, berkontribusi terhadap ekonomi masyarakat sekaligus membentuk lanskap visual Bandung Raya.

Ekonomi dan Identitas Wilayah Pinggiran

Meski narasi Kota Kembang lebih sering dilekatkan pada Kota Bandung sebagai pusat administratif dan budaya, peran wilayah pinggiran seperti Parongpong tidak dapat diabaikan.

Selama puluhan tahun, para petani di kawasan ini menanam, merawat, dan mengirimkan bunga yang menghiasi taman, halaman, serta ruang publik di kota.

Aktivitas tersebut bukan hanya menopang ekonomi lokal, tetapi juga membentuk identitas kultural kawasan sebagai ruang produksi yang menyokong citra estetika Bandung.

Dalam konteks pembangunan wilayah, Parongpong menunjukkan bagaimana daerah penyangga memiliki kontribusi signifikan terhadap identitas metropolitan.

Lanskap, Ingatan Kolektif, dan Kota Kembang

Lanskap kebun bunga di Cihideung tidak sekadar ruang produksi, tetapi juga bagian dari ingatan kolektif masyarakat.

Kawasan ini menjadi destinasi wisata hortikultura sekaligus simbol keberlanjutan tradisi agraris di tengah urbanisasi.

Jejak sejarah tersebut memperlihatkan bahwa identitas Kota Kembang tidak berdiri sendiri di pusat kota, melainkan tumbuh dari jejaring wilayah sekitar yang saling terhubung.

Dengan demikian, Parongpong dapat dipahami sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun narasi Bandung Raya sebagai kawasan yang lekat dengan keindahan dan tanaman hias.

Peran wilayah ini menjadi pengingat bahwa identitas kota kerap lahir dari kerja panjang masyarakat di pinggiran, yang menjaga keseimbangan antara estetika, ekonomi, dan tradisi pertanian.