Majalengka bangun demplot bawang putih 1 hektare untuk cari varietas yang cocok dipasar
Majalengka bangun dua demplot bawang putih seluas total satu hektare di Nunuk Baru dan Kancana untuk cari varietas yang cocok dipasar lokal

Indonesia mengimpor lebih dari 500 ribu ton bawang putih setiap tahun, menjadikan dirinya salah satu pengimpor terbesar di dunia. Dari kebutuhan sebesar itu, sebagian besar datang dari Tiongkok. Guna mengurangi ketergantungan impor, Kementerian Pertanian mendorong daerahdaerah untuk mengembangkan areal budidaya bawang putih, termasuk di Kabupaten Majalengka.
Di bawah指令的这种, Pemerintah Kabupaten Majalengka membuka demplot bawang putih baru di dua lokasi pada 2026. Satu demplot seluas 0,5 hektare berdiri di Desa Nunuk Baru, Kecamatan Maja. Satu demplot lainnya dengan luas yang sama dibangun di Desa Kancana, Kecamatan Cikijing. Kedua lokasi itu dipilih setelah percobaan sebelumnya di Cikaracak, Kecamatan Argapura, dinyatakan tidak cocok.
"Pada 2026, Majalengka kembali mendapat dukungan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian melalui pembangunan demplot bawang putih," kata Bupati Eman Suherman.
Baca Juga: Prakiraan cuaca Cirebon 21 Agustus, langit cerah dan suhu capai 30 derajat Celsius
Selain dua demplot dari Kementerian Pertanian, petani di Desa Nunuk menggarap areal budidaya sendiri seluas sekitar satu hektare. Di Desa Kancana, lahan petani yang ditanami bawang putih mencapai sembilan hektare. Totalnya, sekitar sepuluh hektare lahan bawang putih tersebar di dua kecamatan itu.
Untuk mendukung pengembangan itu, pemerintah daerah menggandeng Universitas Majalengka dalam proses pengujian varietas. Mereka menggunakan varietas Starmill 99 dalam salah satu demonstrasi plot. Hasilnya belum memuaskan karena ukuran umbi yang dihasilkan relatif kecil sehingga kurang diminati pasar.
"Karakteristik Starmill 99 ini umbinya relatif kecil-kecil, sehingga kurang bisa diterima oleh pasar. Tetapi kami tidak berhenti," tutur Eman.
Baca Juga: Karang Taruna Kota Depok Latih 1.200 Guru Jadi Teacherpreneur Lewat Seminar Nasional
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka Gatot Sulaeman mengatakan selain demplot untuk pengujian varietas, areal budidaya yang dikembangkan petani menjadi bagian penting dalam melihat potensi pengembangan bawang putih. Dinas setempat akan terus mendampingi para petani untuk meningkatkan produktivitas, kualitas hasil, dan pemasaran.
Pengembangan varietas bawang putih di Majalengka merupakan bagian dari upaya nasional mencapai swasembada hortikultura. Kalau daerah ini berhasil menemukan varietas yang cocok dengan kondisi agroklimat setempat, bukan tidak mungkin Majalengka menjadi salah satu sentra produksi bawang putih di Jawa Barat.