Lonjakan Kunjungan Wisatawan Sukabumi 1.000% Selama Libur Lebaran 2026
Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kota Sukabumi mencatat lonjakan kunjungan wisatawan hingga 1.000% selama libur Lebaran 2026, memberikan dampak positif pada perekonomian lokal.


Kota Sukabumi di Jawa Barat, terkenal dengan keindahan alam dan destinasi wisata alamnya, mengalami lonjakan kunjungan wisatawan yang signifikan selama libur Idul Fitri 1447 Hijriah atau libur Lebaran 2026. Data sementara dari Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi menunjukkan peningkatan hingga 1.000% dibandingkan kunjungan biasa, menandai kembalinya minat wisata terhadap destinasi lokal di wilayah tersebut.
Data Sementara Lonjakan Kunjungan Wisatawan
Kepala Disporapar Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, mengkonfirmasi bahwa timnya masih menunggu rekapitulasi data resmi dari setiap pengelola objek wisata di kota tersebut. Namun, berdasarkan laporan sementara yang diterima hingga saat ini, beberapa destinasi wisata utama mencatat lonjakan jumlah pengunjung yang drastis.
"Kami masih menunggu laporan data resmi jumlah pengunjung dari masing-masing pengelola tempat wisata. Tapi dari data sementara, beberapa tempat wisata melaporkan kunjungan wisatawan bertambah hingga 1.000% dari biasanya," kata Rahmat pada Jumat, 27 Maret 2026.
Menurutnya, lonjakan signifikan ini dipicu oleh dua faktor utama: pertama, arus pulang kampung warga lokal yang kembali ke Kota Sukabumi untuk merayakan Lebaran, dan kedua, jumlah wisatawan dari luar daerah yang sengaja memilih Sukabumi sebagai destinasi liburan selama periode tersebut.
"Alhamdulillah, momen Lebaran sekarang cukup ramai yang pulang kampung. Kondisi ini cukup berdampak terhadap kunjungan wisatawan," ujar Rahmat.
Dampak Positif bagi Perekonomian Lokal
Lonjakan kunjungan wisatawan tidak hanya memberikan keuntungan bagi pengelola objek wisata, tetapi juga memberikan dampak positif yang luas pada perekonomian daerah Kota Sukabumi. Rahmat menjelaskan bahwa wisatawan tidak hanya berkunjung ke tempat wisata, tetapi juga melakukan aktivitas belanja di pasar lokal, mencoba kuliner khas, dan menginap di berbagai hotel dan penginapan di kota tersebut.
"Kalau melihat secara kasat mata, perputaran ekonomi berjalan dengan baik selama libur Lebaran. Tentu akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," terangnya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan aktivitas ekonomi ini menjadi indikasi positif bagi Kota Sukabumi yang mengandalkan sektor perdagangan dan jasa sebagai salah satu pilar pendapatan lokal. UMKM di bidang kuliner, perhotelan, dan kerajinan tangan juga mendapatkan peluang untuk meningkatkan pendapatan mereka selama periode libur, yang biasanya merupakan musim puncak bagi bisnis pariwisata.
Tren Peningkatan Kunjungan Wisatawan Tahunan
Selain lonjakan selama libur Lebaran 2026, Rahmat juga mengungkapkan bahwa tingkat kunjungan wisatawan ke Kota Sukabumi juga mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. Dalam periode 2025 hingga 2026, jumlah kunjungan wisatawan meningkat dari sekitar 700 ribu orang menjadi 1 juta orang, menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dalam sektor pariwisata lokal.
"Secara year on year, ada penambahan jumlah kunjungan," pungkasnya.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa Kota Sukabumi semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, dengan keindahan alam seperti curug dan air terjun, serta budaya dan kuliner khas yang menjadi daya tarik utama. Dengan semakin banyaknya pengunjung yang datang, pemerintah daerah terus berupaya untuk meningkatkan infrastruktur pariwisata dan memfasilitasi pengelola objek wisata agar dapat memberikan pelayanan terbaik.
Upaya Menjaga Kondisi Kondusif Selama Lebaran
Rahmat juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat aktif dalam memastikan situasi wilayah tetap kondusif selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Hal ini termasuk tim satuan polisi, petugas keamanan objek wisata, dan pemerintah daerah yang bekerja sama untuk mengatur arus lalu lintas dan memastikan keamanan semua pengunjung. Dengan kondisi yang aman dan nyaman, masyarakat lokal maupun wisatawan dapat merayakan Lebaran dan menikmati keindahan Kota Sukabumi tanpa hambatan. Upaya ini diharapkan dapat terus dipertahankan di masa depan, untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian daerah secara berkelanjutan.