Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kupat Tahu 99 Padalarang: Resep Kuliner Legendaris dari Masa Perang

KBB · Oleh Dimas Kurniawan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Kupat Tahu 99 Padalarang adalah warung kuliner legendaris yang lahir dari masa perang, dengan resep khas kuah santan dari kekurangan bahan makanan saat itu.

Kupat Tahu 99 Padalarang: Resep Kuliner Legendaris dari Masa Perang

Pendahuluan

Jika kamu melintasi kawasan Padalarang di Kabupaten Bandung Barat, kamu tidak akan melewati aroma gurih yang khas dari warung legendaris Kupat Tahu 99. Berdiri di Jalan Raya Padalarang Nomor 593, tempat makan ini bukan hanya sekadar penjual hidangan khas daerah, melainkan saksi bisu perjuangan masyarakat yang telah bertahan selama hampir delapan dekade.

Akar Sejarah: Lahir dari Kekurangan Masa Perang

Kisah Kupat Tahu 99 berawal dari sosok Mulya, yang pertama kali memperkenalkan racikan kupat tahu khas Padalarang sebelum masa kemerdekaan. Namun, eksistensi warung ini benar-benar diuji pada periode 1945–1946, saat Belanda dan sekutunya mencoba menduduki Bandung setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II.

Kondisi perang yang kacau memaksa warga Padalarang mengungsi ke daerah Ciwidey. Di tengah keterbatasan bahan makanan, mereka terpaksa menyesuaikan resep kupat tahu yang biasa mereka buat. Bumbu kacang dan sayuran tauge yang lazim digunakan sulit diperoleh, sehingga masyarakat memilih santan sebagai pengganti utama kuah karena lebih mudah didapatkan.

Dari keterpaksaan inilah lahir ciri khas Kupat Tahu Padalarang yang berbeda dari varian lain, seperti Kupat Tahu Singaparna:

Hidangan ini sederhana namun kaya rasa, menggabungkan tekstur ketupat yang kenyal, tahu goreng yang renyah di luar dan lembut di dalam, serta kuah santan yang lezat dengan sentuhan rempah dan kecap.

Perkembangan dan Popularitas Hingga Saat Ini

Meski akar usaha warung ini dimulai sejak 1945 di tempat pengungsian Ciwidey, Kupat Tahu 99 mulai berkembang pesat dan dikenal luas di wilayah Padalarang sekitar tahun 1990-an. Posisi Padalarang sebagai daerah transit utama antara Bandung dan Jakarta menjadikan hidangan ini favorit bagi berbagai kalangan, mulai dari pekerja pabrik, kuli angkut, hingga wisatawan yang melintasi jalur tersebut.

Lebih dari sekadar mengenyangkan perut, menyantap sepiring Kupat Tahu 99 juga menjadi kesempatan untuk menghargai warisan budaya dan kreativitas masyarakat yang mampu beradaptasi dan bertahan hidup di masa sulit. Resep yang diciptakan dari kekurangan ini kini menjadi identitas kuliner khas Padalarang yang dilestarikan hingga sekarang, membuktikan bahwa makanan khas tidak hanya tentang rasa, tapi juga cerita perjuangan yang menginspirasi.