Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Krisis Air Bersih di Tasikmalaya: 900 Keluarga Terdampak Kemarau 3 Bulan, BPBD dan PDAM Turun Tangan

Jabar · Oleh · · Diperbarui 13 Agustus 2026

900 KK di Bojonggambir Tasikmalaya terdampak krisis air bersih akibat kemarau 3 bulan. BPBD dan Perumda Tirta Sukapura salurkan 12.000 liter air bersih untuk warga.

Krisis Air Bersih di Tasikmalaya: 900 Keluarga Terdampak Kemarau 3 Bulan, BPBD dan PDAM Turun Tangan

Kolaborasi Pemerintah dan PDAM Tasikmalaya Salurkan Air Bersih untuk 900 KK Terdampak Kemarau

Sekitar 900 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut sejak tiga bulan terakhir. Guna membantu masyarakat yang kesulitan mengakses air bersih, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya bekerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Sukapura menyalurkan bantuan darurat berupa 12.000 liter air bersih.

Warga Empat Desa Terdampak Kekeringan

Bantuan air bersih ini menyasar warga di empat dusun yang tersebar di dua desa, yakni:

Baca Juga: Jenal Aripin Minta Veteran Karawang Langsung Tegur Kalau Dirinya Keliru dalam Pengabdian

Serta:

Kepala Desa Kertanegla, Bunyamin, menjelaskan bahwa musim kemarau berkepanjangan telah mengeringkan sumur-sumur warga yang umumnya memiliki kedalaman antara 20 hingga 25 meter. Akibatnya, masyarakat kini mengandalkan sumber air dari Masjid Al Ikhsan dan Masjid Al Kausar yang ada di sekitar permukiman mereka.

Baca Juga: Siloam Hospitals Mampang gandeng brand alas kaki Bocorocco edukasi kesehatan kaki pekerja

"Kebutuhan air bersih warga meliputi memasak, minum, mencuci peralatan rumah tangga, mandi, hingga kebutuhan sanitasi lainnya," jelas Bunyamin.

Antre dan Berebut Air Bersih

Momentum pendistribusian air bersih menjadi pemandangan yang cukup memprihatinkan.Puluhan warga antre membawa berbagai wadah seperti ember, galon, jerigen, hingga jolang untuk mendapatkan air. Bahkan, sempat terjadi perebutan di antara warga mengingat jumlah bantuan yang terbatas.

"Bantuan air bersih dari BPBD dan Perumda Tirta Sukapura memang sempat membuat warga berebut karena memang kebutuhan mereka sangat mendesak," tutur Bunyamin.

Dengan volume 12.000 liter yang terbagi dalam satu unit truk tangki dari BPBD dan dua unit dari Perumda Tirta Sukapura berkapasitas masing-masing 4.000 liter, jatah yang diterima setiap KK sangat terbatas. Berdasarkan perhitungan kasar, setiap KK hanya memperoleh sekitar 13 liter air bersih dari bantuan tersebut.

Langkah Strategis BPBD Tasikmalaya

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, membenarkan bahwa musim kemarau berkepanjangan menyebabkan banyak sumur warga mengering di wilayah Bojonggambir. Untuk itu, koordinasi antara BPBD dan Perumda Tirta Sukapura terus dilakukan guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

"Kami melakukan kolaborasi untuk mendistribusikan air bersih ke Bojonggambir karena kebutuhan tersebut sangat mendesak. Untuk memenuhi permintaan air bersih di wilayah lain, kami sudah mengajukan surat permohonan tambahan air bersih ke Cineam," jelas Roni.

Tantangan Jangka Panjang

Kondisi ini menegaskan tantangan besar yang dihadapi masyarakat di wilayah rawan kekeringan saat musim kemarau tiba. Minimnya infrastruktur penyediaan air bersih membuat ratusan keluarga sangat bergantung pada bantuan pemerintah dan sumber air alternatif.

Bantuan 12.000 liter yang telah didistribusikan baru mampu menjangkau sebagian warga, sehingga warga di beberapa lokasi tertentu masih belum memperoleh bantuan tersebut. BPBD dan Perumda Tirta Sukapura berkomitmen untuk kembali mengirimkan bantuan air bersih agar masyarakat tidak lagi memadati halaman masjid dan memenuhi kebutuhan dasar mereka dengan layak.

Bagi warga yang masih mengalami kesulitan air bersih, dihimbau untuk terus memantau informasi terbaru dari pemerintah desa dan BPBD terkait jadwal distribusi bantuan selanjutnya.