Menhan Sjafrie Larang Prajurit Yon TP 335 Tasikmalaya Menyakiti Hati Rakyat
Menhan Sjafrie tinjau Yon TP 335 di Tasikmalaya dan perintahkan prajuritnya untuk tidak menyakiti hati rakyat karena seluruh fasilitas prajurit bersumber dari rakyat.

Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 335/Macan Sukapura memiliki peran penting bagi warga Tasikmalaya. Selain menjaga keamanan, prajuritnya diharapkan bisa menggerakkan pembangunan di wilayah Purbaratu.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung markas Yon TP 335 di Purbaratu, Senin (28/9/2026). Kedatangannya accompanied by Wali Kota Tasikmalaya Alfarizi Ramadan.
"Kalian配备了 kemampuan teritorial pembangunan untuk membantu masyarakat, membantu rakyat, agar supaya batalion ini mempunyai manfaat, yaitu membuat rakyat Tasikmalaya merasa aman dan nyaman," kata Sjafrie dalam peninjauan tersebut.
Baca Juga: Wali Murid Bacok Guru SD di Sleman, Anak Berkebutuhan Khusus jadi Pemicu Miskomunikasi
Para prajurit Yon TP 335 tidak hanya menempur kemampuan militer seperti menembak dan patroli. Mereka juga seringk熟知 kemampuan teritorial pembangunan untuk membantu ekonomi dan kesejahteraan warga sekitar.
Sjafrie menegaskan bahwa fasilitas yang digunakan prajurit seluruhnya berasal dari rakyat. Mulai dari pangkalan hingga persenjataan dibiayai oleh pajak masyarakat.
"Selama bertugas sebagai prajurit, kewajiban kalian adalah membalas jasa rakyat. Pangkalanmu adalah dari rakyat, senjatamu dari rakyat. Oleh karena itu, kalian tidak boleh menyakiti hati rakyat," tegas Sjafrie.
Baca Juga: Sinar Mas Land Raih Developer of the Year Indonesia 2026 dari Indonesia Real Estate Awards by Lamudi
Soliditas antara TNI dan Pemerintah Kota Tasikmalaya menjadi sorotan dalam kunjungan ini. Sjafrie menyebut kedatangannya bersama Wali Kota sebagai simbol kebersamaan.
"Ini menunjukkan bahwa TNI dan Pemerintah Daerah adalah satu keluarga besar. TNI bertugas untuk menjaga kedaulatan NKRI," ucap Sjafrie.
Selain menekankan hubungan dengan rakyat, Sjafrie juga meminta prajurit menjaga persatuan tanpa membeda-bedakan suku. Ia mengingatkan seluruh prajurit untuk memegang teguh 8 Wajib TNI dan menjunjung tinggi hierarki komando.
"Di sini tidak ada suku-suku, semua adalah prajurit TNI Bhinneka Tunggal Ika. Kalian harus kompak, bersatu, disiplin, dan patuh kepada pimpinan," tutur Sjafrie.