Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Koordinasi Lintas Agama Jadi Langkah Redam Ketegangan di Rumah Doa Bandung

Jabar · Oleh · · Diperbarui 9 Agustus 2026

Koordinasi lintas agama menjadi langkah meredam ketegangan di rumah doa Bandung yang menerima ancaman dari massa.

Koordinasi Lintas Agama Jadi Langkah Redam Ketegangan di Rumah Doa Bandung

Insiden Rumah Doa di Bandung Picu Kekhawatiran Warga Sekitar

Kasus dugaan intoleransi keagamaan kembali mengemuka di wilayah Bandung, Jawa Barat. Sebuah rumah doa yang berlokasi di Perumahan Hegarmanah Indah, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, menjadi sorotan publik setelah sekelompok orang tidak dikenal datang dan membuat keributan di lokasi.

Kronologi Kejadian Berdasarkan Rekaman Video

Berdasarkan video yang diunggah akun @suara.digital, massa yang diketahui bukan warga setempat itu secara tiba-tiba datang ke kompleks rumah doa dan melancarkan berbagai ancaman. Dalam rekaman tersebut, mereka bahkan melontarkan ancaman ekstrem dengan mengatakan akan membakar tempat ibadah umat Kristen.

Baca Juga: Purnatugas di Usia 57, Mantan Manajer Hotel Sukabumi Kini Six Kali Taklukkan Rute 60 Kilometer

"Tidak diketahui massa datang dari mana, tiba-tiba buat keributan, massa bukan warga setempat. Massa sempat mengancam akan membakar rumah doa atau rumah ibadahnya," tulis akun tersebut.

Peristiwa ini sontak menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan warga sekitar yang selama ini hidup berdampingan secara harmonis.

Riwayat Keharmonisan yang Terganggu

Berdasarkan klarifikasi yang diberikan Pendeta Marudut melalui percakapan dengan warga bernama David Herson Tonius, terungkap bahwa tanah untuk fasilitas rumah doa tersebut merupakan hibahan dari pribadi Pendeta Marudut sendiri. Beliau juga diketahui sebagai developer perumahan tersebut.

Baca Juga: Pavel Durov Dituntut Hukuman Seumur Hidup, Telegram Disangka Sarana Koordinasi Terorisme oleh FSB Rusia

Selama bertahun-tahun, kehidupan antarwarga di kawasan tersebut berjalan tanpa gangguan berarti. Namun, gejolak penolakan ini baru mencuat setelah terjadinya pergantian kursi ketua RW di lingkungan tersebut.

Respons Cepat dari Berbagai Pihak

Menyadari situasi yang berkembang, berbagai pihak mulai mengambil langkah konkret. David Herson Tonius sebagai warga yang concern langsung melakukan komunikasi intensif dengan Pendeta Marudut untuk mencari solusi terbaik.

Perwakilan dari Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) melalui Tantowi Anwari juga ikut memastikan dan berkoordinasi dengan warga sekitar.

"Kami rencana ngezoom (diskusi lewat aplikasi Zoom) apa yang menjadi kebutuhan mereka untuk kami bantu," papar Tantowi.

Kementerian Agama dan Tokoh Agama Turun Langsung

Gugun Gumilar yang merupakan Staf Kementerian Agama RI menegaskan bakal segera hadir di lokasi kejadian. Kedatangannya bertujuan untuk membantu mengurus kelengkapan administratif serta meredam ketegangan yang terjadi.

Kolaborasi antara tokoh lintas agama ini diharapkan mampu menjadi penghubung antara semua pihak, menyelesaikan kesalahpahaman yang ada, serta mengembalikan kerukunan antarumat beragama di Cikancung.

Harapan Pemulihan Fungsi Rumah Doa

Dengan adanya koordinasi yang terjalin, berbagai pihak optimistis bahwa fungsi rumah doa dapat dipulihkan sehingga jemaat dapat kembali beribadah dengan tenang dan aman. Komunitas lokal berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama tentang pentingnya menjaga toleransi dan menghargai perbedaan di tengah masyarakat.

Pihak berwajib dan pemerintah daerah juga diharapkan segera mengambil tindakan preventif untuk mencegah terulangnya insiden serupa di kemudian hari.