Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Ombudsman Temukan 10 Sel Mewah dan Mobil Alphard di Blok Khusus Lapas Cibinong

Jabar · Oleh ·

Ombudsman temukan 10 ruangan standar apartemen dan mobil Alphard di блок khusus Lapas Cibinong saat dihalangi petugas. Kanwil Ditjenpas Jawa Barat masih melakukan pendalaman.

Ombudsman Temukan 10 Sel Mewah dan Mobil Alphard di Blok Khusus Lapas Cibinong

Petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong, Bogor,阻止住了 Ombudsman Republik Indonesia yang datang melakukan inspeksi mendadak pada Rabu (23/9/2026). Tim Ombudsman dilarang memasuki kawasan khusus di bagian belakang yang dipagar dan diisolir.

Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Barat, Yudi Suseno, membenarkan adanya temuan Ombudsman tersebut. Dia mengatakan timnya masih melakukan pendalaman terhadap temuan-temuan itu.

Ombudsman sebelumnya telah melakukan sidak di Lapas Cibinong tahun ini. Pada kunjungan kedua inilah tim menemukan adanya pembedaan fasilitas yang mencolok di блок khusus narapidana.

Baca Juga: 389.029 warga Cianjur terima bantuan beras 30 kilogram dari Bulog

Anggota Ombudsman RI, Fikri Yasin, memimpin tim yang berhasil menerobos masuk ke kawasan terlarang itu. Dia menceritakan kondisi di dalam блок khusus setelah berhasil masuk.

Tim menemukan lebih dari 10 ruangan yang terbagi dalam dua hingga tiga blok terpisah. Fasilitas di dalamnya tidak menyerupai sel tahanan pada umumnya.

"Standar apartemen, artinya standar apartemen. Walau pun ukurannya tidak terlalu besar, tapi kelengkapan semuanya ada. Kelengkapan alat rumah tangga ada, interiornya bagus, bahkan ada dapur sendiri," kata Fikri.

Di kawasan yang masih dalam area lapas itu, tim juga mendapati sejumlah kendaraan eksklusif terparkir di area terbatas. Salah satunya adalah mobil Alphard.

Baca Juga: Piranha dari Amazon Ditemukan di Bendungan Malaysia, Risiko Liberasi Ikan Invasif ke Perairan Indonesia

Ombudsman menemukan sekitar enam hingga tujuh narapidana yang terpisah dari блок narapidana lainnya. Beberapa di antaranya sempat berusaha melarikan diri saat tim masuk.

Fikri menduga fasilitas mewah itu sengaja ditutupi dari pantauan publik. Dia menjelaskan kronologi saat tim Ombudsman berusaha memasuki kawasan tersebut.

"Tadi sempat terjadi aksi tarik-tarikan dan dorong-dorongan dengan mereka, karena mereka tetap berupaya menghalangi petugas. Bahkan, ada kaki petugas kami yang sempat terjepit. Kenapa mereka menghalang-halangi? Ya karena mereka tidak boleh ketahuan," jelas Fikri.

Yudi mengatakan informasi hasil pendalaman akan disampaikan secara jelas kepada publik. Namun untuk saat ini, dia meminta agar masyarakat sabar menunggu.

"Selebihnya tunggu hasil dari pendalaman," tutur Yudi.