Kementerian PU Pastikan Jalan Nasional Cianjur dan Sukabumi Bebas Lubang Jelang Mudik Lebaran 2026
Kementerian PU melakukan perbaikan jalan nasional di Cianjur dan Sukabumi jelang arus mudik Lebaran 2026, dengan target bebas lubang pada H-7 sebelum Idulfitri dan antisipasi kerusakan akibat cuaca maupun overload.

Arus mudik Idulfitri merupakan salah satu periode perjalanan terbesar di Indonesia, di mana jutaan orang pulang ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idulfitri. Menghadapi lonjakan volume kendaraan selama periode ini, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur jalan nasional di wilayah Kabupaten Cianjur dan Sukabumi, Jawa Barat, guna memastikan kondisi jalan optimal bagi para pemudik.
Tim Pengawas Lapangan Menjalankan Target Perbaikan Tepat Waktu
Agus Warso, Koordinator Pengawas Lapangan PPK 2.1 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Jawa Barat, menjelaskan bahwa pihaknya telah menetapkan target ketat untuk menyelesaikan perbaikan jalan sebelum periode mudik tiba.
"Kami melaksanakan overlay jalan dalam rangka persiapan arus mudik Lebaran. Instruksi pak Menteri, pada H-7 jalur jalan nasional harus zero hole, artinya tidak ada lubang,", kata Agus dalam wawancara Selasa (3/3/2026).
Overlay jalan adalah metode perbaikan dengan menambahkan lapisan aspal baru untuk meratakan permukaan jalan dan menutupi kerusakan yang ada. Agus menambahkan bahwa target perbaikan di wilayah kerjanya selesai pada H-10 sebelum Idulfitri, untuk memberikan waktu tambahan bagi tim untuk melakukan pemeriksaan akhir sebelum arus mudik dimulai. Wilayah kerja PPK 2.1 mencakup perbatasan Kabupaten Bandung Barat dengan Cianjur hingga Kecamatan Cibadak di Sukabumi, mencakup ribuan kilometer ruas jalan nasional yang menjadi rute utama para pemudik.
Titik Jalan Prioritas yang Diperbaiki
Salah satu ruas jalan yang mendapatkan perhatian utama adalah Lingkar Timur di Cianjur, yang menjadi salah satu titik yang paling sering dikeluhkan oleh masyarakat. Kondisi jalan di ruas ini memiliki banyak lubang di berbagai lokasi yang tidak hanya merusak ban kendaraan tetapi juga mengancam keselamatan pengendara, terutama saat malam hari atau saat cuaca hujan. Agus menyatakan bahwa beberapa titik di ruas ini telah dilakukan overlay perbaikan untuk menghilangkan semua lubang yang ada dan memberikan kenyamanan bagi para pengendara.
Antisipasi Kerusakan Tak Terduga
Meskipun telah melakukan persiapan matang, Agus Warso mengakui bahwa faktor eksternal bisa menyebabkan kerusakan jalan kembali selama periode mudik.
"Ada beberapa faktor penyebab kerusakan jalan. Paling utama memang hujan, tapi ada juga karena tonase kendaraan yang melebihi batas atau dimensinya overload,", ujarnya.
Ia menegaskan bahwa timnya telah menyiapkan tim darurat yang siap menangani kerusakan yang muncul dengan cepat, untuk meminimalkan gangguan bagi para pemudik. Selain itu, pihaknya juga akan bekerja sama dengan kepolisian dan instansi terkait untuk menindaklanjuti kendaraan yang melanggar batas beban dan dimensi, guna mengurangi risiko kerusakan jalan akibat overload.
Posko Pemantauan Selama Arus Mudik
Untuk memastikan layanan maksimal selama periode mudik, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Jawa Barat akan menyiapkan posko pemantauan. Posko ini akan dilengkapi dengan peralatan komunikasi dan tim darurat, dan akan ditempatkan di kawasan Cibolang Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi atau di Exit Tol Bocimi Seksi 3. Posko ini akan beroperasi selama seluruh periode arus mudik dan balik Lebaran, untuk memberikan bantuan dan informasi kepada para pemudik yang membutuhkannya.