Kemensos menyalurkan santunan kepada 23 ahli waris korban longsor Cisarua
Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan santunan tahap pertama sebesar Rp1,1 miliar ke 23 ahli waris korban longsor di Cisarua, Bandung Barat. Selain itu, Kemensos memberikan dukungan logistik dan memastikan kesejahteraan psikologis pengungsi, dengan total intervensi mencapai Rp2 miliar.

Santunan Tahap Pertama ke 23 Ahli Waris Korban Longsor Cisarua, Bandung Barat
Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyalurkan santunan tahap pertama kepada 23 ahli waris korban meninggal dunia akibat tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Penyerahan ini dilakukan oleh Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono di Bandung pada hari Kamis.
"Untuk tahap pertama ini kami menyalurkan santunan kepada 23 ahli waris karena belum semuanya terdata, santunan akan dibagi menjadi dua tahap," ujar Wamensos Agus Jabo.
Santunan tahap pertama diberikan kepada 21 ahli waris di Desa Pasirlangu dan dua ahli waris di Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang. Sisa santunan akan disalurkan pada tahap berikutnya setelah usulan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat selesai diproses.
Total Bantuan Logistik dan Santunan Mencapai Rp1,1 Miliar
Selain santunan untuk ahli waris korban meninggal, Kemensos juga memberikan dukungan komprehensif terhadap pengungsi terdampak longsor. Bantuan ini mencakup kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal sementara, pakaian, hingga tempat tidur.
Wamensos Agus Jabo menyebutkan total nilai santunan dan bantuan logistik yang disalurkan mencapai sekitar Rp1,1 miliar. Jika digabung dengan biaya operasional dapur umum yang didirikan untuk pengungsi, total intervensi Kemensos di Kecamatan Cisarua mencapai sekitar Rp2 miliar.
"Bantuan ini merupakan bagian dari intervensi tanggap darurat Kemensos untuk memastikan pengungsi mendapatkan layanan dasar yang layak," tambahnya.
Dukungan Psikologis dan Kesejahteraan Pengungsi Terjaga
Selain kebutuhan materi, Kemensos juga memastikan kesejahteraan psikologis pengungsi terjaga. Setelah melakukan pengecekan langsung, Wamensos menyatakan bahwa kondisi pengungsi dalam keadaan baik, terutama anak-anak yang stabil secara psikologis.
"Alhamdulillah, setelah kami cek langsung kebutuhan pengungsi dalam kondisi baik. Anak-anak juga kami lihat stabil secara psikologis, tidak tertekan, dan tetap ceria," ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya fokus pada aspek fisik tetapi juga kesejahteraan mental korban.
Rencana Penanganan Pasca-Bencana Setelah Masa Tanggap Darurat
Setelah masa tanggap darurat berakhir, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat akan melakukan evaluasi dan asesmen untuk menentukan langkah selanjutnya dalam rehabilitasi dan rekonstruksi. Wamensos menjelaskan bahwa jika kemampuan anggaran kabupaten belum mencukupi, penanganan akan dinaikkan ke tingkat provinsi, dan pemerintah pusat siap terlibat jika masih diperlukan.
Belasungkawa dan Apresiasi Terhadap Semua Pihak
Pada kesempatan yang sama, Wamensos juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban longsor. Ia juga mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak termasuk petugas penyelamat, relawan, dan pemerintah daerah dalam penanganan bencana ini.