Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kelembapan Bandung Capai 98 Persen, Warga Diminta Waspadai Dehidrasi dan Suhu Panas Menyengat

Bandung · Oleh ·

Kelembapan Bandung mencapai 98 persen Senin ini meski hujan diprediksi hanya ringan. Suhu 18-31 derajat Celsius bikin udara lembap dan pengap.

Kelembapan Bandung Capai 98 Persen, Warga Diminta Waspadai Dehidrasi dan Suhu Panas Menyengat

Kelembapan udara di Bandung dan sekitarnya diprakirakan mencapai 98 persen sepanjang Senin (5/10/2026). Kondisi ini membuat udara terasa lembap dan pengap, meski hujan yang turun hanya berintensitas ringan.

Berdasarkan data BMKG, suhu udara hari ini berkisar antara 18 hingga 31 derajat Celsius. Selisih suhu siang dan malam yang cukup mencolok sering kali bikin warga Bandung rentan mengalami gangguan kesehatan.

"Kelembapan tinggi seperti ini bikin tubuh sulit mengatur suhu," kata seorang tenaga kesehatan di Bandung saat ditemui belum lama ini. Ia mengingatkan warga untuk cukup minum air putih, terutama anak-anak dan lansia.

Baca Juga: Gelombang tinggi landa perairan Cipatujah, 2 nelayan ditemukan meninggal setelah perahu terbalik

Warga yang beraktivitas di luar ruangan sepanjang hari perlu menyesuaikan rencana mereka. Pedagang di kawasan alun-alun Bandung dan pekerja konstruksi di wilayah perkotaan menjadi kelompok yang paling terdampak cuaca seperti ini. Tanpa perlindungan cukup, paparan panas dan kelembapan bisa menyebabkan kelelahan panas.

Hujan ringan yang diprediksi turun tidak akan cukup menurunkan kelembapan udara secara signifikan. BMKG justru memperingatkan bahwa kondisi seperti ini bisa berubah sewaktu-waktu menjadi hujan lebih deras.

Potensi hujan ringan juga menuntut warga untuk memeriksa saluran air di lingkungan mereka. BMKG: Hujan Lebat Landa Tiga Kecamatan di Bandung Raya Sabtu Sore, Warga Diminta Periksa Saluran Air. Curah hujan tinggi pada Sabtu sore lalu sempat membebani sistem drainase di beberapa titik.

BMKG belum merilis peringatan cuaca khusus untuk wilayah Bandung Senin ini. Namun lembaga itu tetap meminta masyarakat memantau pembaruan informasi melalui kanal resmi mereka, terutama apabila kondisi cuaca berubah di luar prakiraan awal.