BMKG: Hujan Lebat Landa Tiga Kecamatan di Bandung Raya Sabtu Sore, Warga Diminta Periksa Saluran Air
BMKG imbau warga Cimaung Kertasari dan Pangalengan waspadai hujan lebat Sabtu sore, waspadai genangan dan banjir lokal

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jawa Barat pada Sabtu (26/9/2026). Tiga kecamatan di Kabupaten Bandung masuk dalam daftar wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Tiga wilayah itu yakni Cimaung, Kertasari, dan Pangalengan. Peringatan berlaku pada sore hari, antara pukul 15.15 hingga 17.30 WIB, dengan tingkat keparahan kategori sedang. Secara keseluruhan, terdapat 11 kecamatan di wilayah Jawa Barat yang masuk dalam cakupan peringatan cuaca BMKG.
Hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang dapat menurunkan jarak pandang serta meningkatkan risiko genangan hingga banjir lokal. Kondisi ini mendorong warga di tiga kecamatan tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan.
Baca Juga: Gugatan Praperadilan Syaefudin Ditolak, Tetap Dipanggil Sebagai Tersangka Korupsi Rp 18 M
Di Cimaung, warga memastikan saluran air tetap berfungsi saat hujan turun. Enda menyebutkan warga biasanya langsung membersihkan saluran yang tersumbat supaya aliran air tidak terhambat.
"Kalau hujan besar, kami biasanya memperhatikan saluran air dan aliran dari atas. Saluran yang tersumbat harus segera dibersihkan supaya air tidak meluap," kata Enda.
Di Kertasari yang berada di kawasan pegunungan, warga terus memantau perkembangan cuaca. Ahmad mengakui wilayahnya memiliki sejumlah aliran air sehingga kebersihan saluran jadi perhatian utama.
Baca Juga: SMAN 9 Bandung Kampiun Putra Usai Kalahkan SMAN 5 Bogor 55-37 di Final Honda DBL West Java Series
"Kalau hujan deras dan lama, yang kami antisipasi aliran air. Kami bersihkan saluran dan melihat kondisi sekitar supaya kalau debit air meningkat bisa segera diketahui," katanya.
Kertasari merupakan bagian dari kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Di wilayah tersebut terdapat Situ Cisanti yang menjadi salah satu sumber aliran Sungai Citarum. Kerusakan di kawasan hulu ini berpotensi memengaruhi debit air hingga ke wilayah hilir.
Di Pangalengan, warga memperkuat komunikasi antarwarga sebagai langkah mitigasi. Doni mengatakan informasi mengenai kondisi sungai dan saluran air perlu segera disampaikan apabila hujan turun dengan intensitas tinggi.
"Yang penting warga saling mengingatkan. Kalau hujan sudah sangat deras, kami lihat kondisi sungai dan saluran air. Kalau ada tanda-tanda air naik, segera diinformasikan ke warga lain," kata Doni.
BMKG menyebut peringatan dini bersifat sementara dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer. Masyarakat diimbau terus mengikuti pembaruan informasi cuaca dari BMKG.
Saat terjadi petir, warga disarankan menghindari tempat terbuka dan tidak berteduh di bawah pohon besar, tiang listrik, maupun papan reklame.
Warga di Cimaung, Kertasari, dan Pangalengan diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi hujan lebat pada Sabtu sore. Pemeriksaan saluran air dan pemantauan kondisi lingkungan menjadi langkah awal untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.