FK Unisba gelar konferensi kesehatan internasional, 50 presenter dari luar Indonesia hadir di Bandung
Sekitar 140 peserta ikuti BICMHS 2026 di Bandung, dengan 50 presenter dari luar negeri. Konferensi menekankan kolaborasi lintas bidang untuk hadapi tantangan kesehatan.

Sekitar 140 peneliti dan tenaga kesehatan dari berbagai negara berkumpul di Bandung awal Oktober 2026. Mereka mengikuti Bandung International Conference on Medical and Health Sciences (BICMHS) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba) di Oakwood Hotel Merdeka Bandung.
Konferensi ini mempertemukan akademisi, tenaga kesehatan, dan perwakilan masyarakat untuk membahas tantangan kesehatan yang tidak lagi bisa dijawab oleh satu bidang ilmu saja. Dekan FK Unisba, Dr. Santun Bhekti Rahumah, menyebut bahwa keberlanjutan kesehatan hanya bisa tercapai ketika ketiga pihak tersebut bekerja bersama.
"Keberlanjutan kesehatan hanya dapat dicapai ketika akademisi, sistem pelayanan kesehatan, dan masyarakat sinergis untuk membangun masa depan yang lebih sehat dan tangguh," katanya.
Baca Juga: Man City Didakwa 114 Pelanggaran Finansial, Haaland Bisa Pergi Gratis jika Kontrak Dibatalkan Pemain
BICMHS 2026 diikuti 120 presenter, di mana 50 di antaranya berasal dari luar Indonesia. Peneliti dari Filipina, China, Thailand, dan Malaysia ikut mempresentasikan temuan mereka tentang kesehatan masyarakat, teknologi medis, farmakologi, hingga kesehatan kerja.
Peneliti Mulai Pikir Dampak Riset bagi Masyarakat
Ketua Pelaksana BICMHS 2026, Dr. Titik Respati, mengamati ada pergeseran pola pikir di kalangan peneliti. Mereka tidak lagi puas hanya mempublikasikan hasil riset di jurnal akademik.
Baca Juga: Petugas evakuasi pekerja tertimbun longsoran kirmir di bantaran Sungai Cijangjawa Bandung
"Kalau saya lihat, para presenter sekarang sudah lebih berpikir terhadap dampak. Terutama dari internal Fakultas Kedokteran, mereka sudah berupaya agar penelitian maupun pengabdian yang dilakukan dan dilaporkan di sini merupakan sesuatu yang berdampak," katanya.
Topik-topik yang dibahas dalam konferensi ini mencakup penyakit infeksi, pendidikan kedokteran, pengobatan herbal, kesehatan spiritual, hingga toksikologi. Seminarlyxmya, forum ini dirancang untuk memfasilitasi pertukaran perspektif lintas disiplin.
Jejaring Akademik Semakin Luas
Helmi Aziz, Wakil Rektor Unisba yang mewakili rektor, membuka kesempatan bagi peserta untuk membangun kerja sama lintas negara. Ia berharap gagasan yang muncul tidak berhenti menjadi bahan diskusi.
"Konferensi ini tidak hanya menjadi ruang untuk mempresentasikan hasil penelitian dan berbagi temuan ilmiah, tetapi juga untuk bertukar perspektif, mengeksplorasi gagasan baru, memperkuat jejaring akademik, serta membangun kolaborasi dalam menjawab tantangan kesehatan yang semakin kompleks," katanya.
BICMHS 2026 juga memperoleh akreditasi 2 Satuan Kredit Profesi dari Kementerian Kesehatan. Artinya, peserta yang mengikuti konferensi ini bisa memperoleh skor kompetensi untuk memenuhi persyaratan dalam profesi kesehatannya.
Dari tahun ke tahun, animo terhadap BICMHS terus meningkat. Pertumbuhan partisipasi ini menunjukkan bahwa kebutuhan untuk mempertemukan berbagai pihak dalam menjawab tantangan kesehatan semakin mendesak.