Kebutuhan Sapi Kurban Idul Adha 2026 di Jabar 120 Ribu, 70% Dari Luar
Kebutuhan sapi kurban Idul Adha 2026 di Jawa Barat tembus 120 ribu ekor, 70% dipasok dari luar provinsi. Penanganan PMK juga berhasil menekan kasus aktif.

Pada tanggal 30 April 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat mengungkap proyeksi kebutuhan hewan kurban untuk Idul Adha tahun itu yang mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DKPP Jabar, Suprijanto, menyampaikan data proyeksi yang didasarkan pada tren peningkatan permintaan yang sudah berlangsung sejak tahun 2017.
Proyeksi Kebutuhan Hewan Kurban
Secara rinci, proyeksi kebutuhan hewan kurban di Jawa Barat tahun ini terbagi menjadi tiga kategori utama:
- Sapi: Meningkat sebesar 21% dari tahun lalu yang mencapai 100 ribu ekor, menjadi 120 ribu ekor
- Domba: Meningkat sebesar 19% menjadi sekitar 223.800 ekor
- Kambing: Menurun sebesar 5% menjadi sekitar 60 ribu ekor
Dalam wawancara dengan awak media, Suprijanto menegaskan proyeksi ini:
"Proyeksi kita, ada kenaikan untuk sapi itu 21 persen. Tahun lalu sekitar 100 ribuan, proyeksinya 2026 ini 120 ribuan."
Ia juga menambahkan bahwa permintaan kambing justru turun, dengan alasan yang belum dijelaskan secara rinci dalam wawancara.
Ketergantungan Pasokan dari Luar Provinsi
Meskipun permintaan hewan kurban meningkat, Jawa Barat belum mampu memenuhi kebutuhan secara mandiri. Hanya 20-30% sapi yang dibutuhkan berasal dari dalam provinsi, sedangkan 70% sisanya dipasok dari luar Jawa Barat. Pasokan hewan kurban utama dari luar berasal dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.
Suprijanto menjelaskan bahwa pola pasokan ini sudah berlangsung sejak tiga bulan sebelum tanggal wawancara, dan menjadi kebiasaan yang sudah mapan selama bertahun-tahun:
"Sebanyak 70 persen masih dipasok dari luar Jabar, di antaranya dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Sapi dari 120 ribu, proyeksi kita estimasinya itu sekitar 20-30 persen dari dalam Jawa Barat. Nah yang 70 persen memang dipasok dari luar. Itu sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu."
Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang Berhasil
Salah satu perhatian utama dalam distribusi hewan kurban tahun ini adalah penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kasus PMK tahun ini tidak masif berkat perubahan strategi vaksinasi yang diterapkan dua tahun terakhir.
Strategi yang digunakan adalah vaksinasi dua kali setahun, yaitu periode Januari-Maret dan Juli-September. Menurut Suprijanto, strategi ini telah berhasil menekan penyebaran PMK:
"Strateginya itu namanya bulan vaksinasi. Ada dua kali setahun. Januari-Maret sama Juli-September. Itu ternyata, alhamdulillah cukup berhasil."
Dari Januari hingga 17 April 2026, hanya ada sekitar 500 kasus aktif PMK di seluruh pasokan hewan kurban yang masuk ke Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, hanya 200 kasus yang terjadi di daerah provinsi, yang tersebar di beberapa lokasi dan sudah dapat dikendalikan oleh peternak setempat.
"Penularannya itu sekarang sudah tidak masif lagi. Dengan strategi yang benar, bisa kita kendalikan si penyakitnya itu. Di Jawa Barat itu tinggal 200-an kasus. 200 dibanding 450 ribu kan kecil."
Suprijanto juga menambahkan bahwa peternak di Jawa Barat sudah lebih paham tentang penanganan PMK, sehingga dapat mengendalikan kasus penyakit dengan lebih efektif.
Distribusi Hewan Kurban ke Daerah Jawa Barat
Secara total, sekitar 450 ribu ekor hewan kurban akan didistribusikan ke seluruh daerah di Jawa Barat tahun ini. Mayoritas hewan kurban ini akan menuju Kota Bandung, dibandingkan dengan daerah lain di provinsi.
Analisis Tren dan Tantangan Kebutuhan Hewan Kurban
Peningkatan kebutuhan hewan kurban di Jawa Barat sejak tahun 2017 menunjukkan tren yang positif, yang dapat dihubungkan dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan kesadaran yang lebih tinggi tentang pelaksanaan ibadah kurban. Meskipun demikian, ketergantungan pada pasokan dari luar provinsi menjadi tantangan tersendiri, yang perlu diperhatikan oleh pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan hewan di Jawa Barat.
Selain itu, keberhasilan penanganan PMK menunjukkan bahwa strategi vaksinasi terjadwal dapat efektif menekan penyebaran penyakit hewan, yang penting untuk memastikan keamanan dan kelancaran distribusi hewan kurban setiap tahun. Dengan proyeksi yang jelas dan langkah-langkah pencegahan penyakit yang tepat, diharapkan pelaksanaan Idul Adha 2026 di Jawa Barat berjalan lancar dan sesuai dengan harapan masyarakat.