BPBD Kuningan Belum Laporkan Dampak Abu Vulkanik, Pemantauan Tetap Berlanjut
BPBD Kuningan pastikan wilayahnya belum terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pemantauan dan koordinasi dengan provinsi terus dilakukan, berbeda dengan Bandung yang sudah terdampak langsung.

Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, belum melaporkan wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu Permana menyatakan hingga saat ini situasi di wilayahnya masih aman.
BPBD Kuningan terus memantau kemungkinan perubahan kondisi menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari antisipasi dini terhadap potensi sebaran abu vulkanik.
"Kabupaten Kuningan sampai saat ini belum terlaporkan adanya wilayah yang terdampak, terutama dengan keberadaan abu vulkanik," kata Indra. Ia juga mengikuti koordinasi daring bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membahas langkah antisipasi dan mitigasi.
BPBD mengingatkan warga untuk tetap waspada karena arah dan kekuatan angin saat musim kemarau sangat berpengaruh terhadap persebaran abu vulkanik. Masker diminta digunakan warga yang harus tetap beraktivitas di luar ruangan jika abu mulai terdeteksi.
Masyarakat juga dianjurkan menutup sumur dan tempat penampungan air lainnya sebagai langkah antisipasi. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan sebaran abu vulkanik agar bisa segera diverifikasi dan ditangani.
Berbeda dengan Bandung yang sudah merasakan dampak langsung dari abu vulkanik dan menyebabkan Bandara Husein Sastranegara tutup empat jam dengan 1.344 penumpang terdampak, Kuningan hingga kini belum masuk dalam wilayah terdampak.