Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Karyawan Warkop di Majalengka Buat Laporan Palsu Perampokan untuk Tutupi Penggelapan

Jabar · Oleh ·

Polisi Majalengka mengungkap karyawan warkop membuat laporan palsu perampokan untuk tutupi penggelapan uang. Di Cirebon, pencuri manfaatkan evakuasi bakarangewa带走 Rp60 juta dan emas korban.

Karyawan Warkop di Majalengka Buat Laporan Palsu Perampokan untuk Tutupi Penggelapan

Seorang karyawan warung kopi 24 jam di Kabupaten Majalengka kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Ia tidak hanya terbukti menggelapkan uang warkop, tetapi juga mengarang laporan palsu tentang peristiwa perampokan sadis untuk menutupi perbuatannya.

Kasat Reskrim Polisi Resor Majalengka, AKP Udiyanto, menjelaskan bahwa proses pengungkapan bermula dari ketidakkonsistenan dalam keterangan yang diberikan pelaku. Petugas menemukan kejanggalan sehingga melakukan pendalaman lebih lanjut.

"Betul ada laporan. Cuma ada keraguan, kejanggalan. Maka kami tanya-tanya lagi," kata Udiyanto, Kamis (13/8).

Baca Juga: PMI Cianjur Salurkan 175 Ribu Liter Air Bersih ke Puskesmas dan Ponpes Selama Kemarau

Dalam pengakuan awalnya, pelaku mengaku ditodong senjata dan dibius hingga pingsan. Ia mengklaim uang hasil usaha warkop raib digondol perampok. Namun, pengecekan di lapangan dan keterangan saksi-saksi membantah skenario tersebut.

"Bahasanya dirampok, dibius, ditodong senjata. Pas kami dalami, cari-cari informasi, 'oh bohong ini'. Nah, tanya-tanya lagi, bohong," jelas Udiyanto.

Polisi memastikan laporan perampokan itu sepenuhnya karangan belaka. Tersangka diketahui sebagai pekerja di warkop milik orang lain. Ia sengaja mengarang cerita dramatis karena telah menggunakan uang warkop untuk keperluan pribadinya.

Baca Juga: Jawa Barat Sabet Juara Umum Ormas MKGR Open Padel 2026 dan Jadi Tuan Rumah Tahun Depan

"Betul, ternyata laporan palsu. Memang uangnya dipakai buat dia, untuk keperluan pribadi," tambah Udiyanto.

Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Polisi Resor Majalengka. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya fakta lain serta memastikan total kerugian pemilik warkop.

"Intinya saat ini masih kami dalami. Tadi juga sudah olah TKP," tegas Udiyanto.

Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari setelah insiden pencurian yang mengenaskan di Kota Cirebon. Nurjanah, warga Penggung, harus mengalami duka bertubi-tubi. Belum selesai kesedihan karena rumahnya terbakar, ia harus kehilangan uang puluhan juta rupiah dan perhiasan emas saat proses evakuasi.

Pencurian terjadi di Kampung Penggung Utara, Kelurahan Harjamukti, saat warga tengah membantu menyelamatkan barang-barang dari rumah korban yang terbakar, Rabu (12/8). Pelaku memanfaatkan situasi kacau tersebut. Ketika sebuah lemari dipindahkan, tas ungu milik korban terjatuh dan langsung diambil.

"Begitu tas tersebut terjatuh, kemudian diambil oleh pelaku," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Cirebon Selatan Timur, AKP Juntar Hutasoit, Kamis (13/8).

Tas itu berisi uang tunai Rp60 juta, perhiasan emas, dan dokumen penting. Pelaku berinisial SS (35), warga Kelurahan Panjunan, ditetapkan sebagai tersangka utama. Polisi kemudian menangkap rekannya berinisial SB (35), warga Harjamukti.

Dari penangkapan itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa tas ungu, uang tunai Rp48 juta, seuntai kalung emas, dan satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku.

"Begitu laporan kami terima, anggota langsung bergerak melakukan penyelidikan, memeriksa saksi-saksi, mengembangkan informasi di lapangan hingga berhasil mengamankan kedua pelaku beserta sebagian besar barang bukti. Proses hukum selanjutnya akan kami jalankan sesuai ketentuan," terang Juntar.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Polisi Resor Cirebon Kota, AKP M Aris Hermanto, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi tindak kriminal di tengah situasi darurat.

"Dalam situasi darurat, kepedulian warga sangat dibutuhkan, namun tetap penting menjaga barang berharga dan segera melaporkan apabila menemukan dugaan tindak pidana. Layanan Polisi 110 siap menerima laporan masyarakat selama 24 jam," imbau Aris.

Api Membakar 2 Hektare Hutan Jati Perhutani di Cirebon pada awal bulan menjadi pengingat bahwa wilayah Cirebon kerap menghadapi ancaman kebakaran. Specialist penanganan darurat memerlukan kewaspadaan ekstra dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk terhadap potensi kejahatan yang memanfaatkan situasi tidak terkendali.

Selain kedua kasus kriminal tersebut, peristiwa unik terjadi di Kabupaten Kuningan. Seekor ular sanca sepanjang 1,5 meter ditemukan mati di dalam toilet sebuah rumah di Desa Cilimus, Sabtu (15/8).

Ular pertama kali terlihat oleh anak pemilik rumah, Ujang Sambas (53), saat hendak mandi sekitar pukul 11.00 WIB. Ia menjerit ketakutan setelah melihat kepala ular menyembul dari lubang toilet.

"Kronologisnya awalnya ketahuan sama anak nya Pak Ujang mau mandi melihat kepala ular sanca keluar dari toilet. Si anak langsung menjerit ketakutan dan segera menghubungi UPT Pemadam Kebakaran Kuningan," kata Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusuma.

Tiga personel damkar dikerahkan ke lokasi. Karena posisi ular sangat狭窄, petugas membongkar toilet menggunakan linggis. Pemilik rumah sebelumnya sempat menyiramkan air panas ke dalam lubang untuk meminimalisir risiko serangan.

"Panjangnya 1 meter setengah. Kesulitan tidak ada cuman bobok toilet dan mencokel toilet dengan linggis, pas toilet keangkat ular sudah mati karena disiram air panas," jelas Arga.

Ular diperkirakan masuk melalui pipa pembuangan yang terhubung ke area kebun belakang rumah. Evakuasi selesai sekitar pukul 11.35 WIB.