Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Jumlah korban longsor Cisarua yang dievakuasi hari ini

KBB · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

Pada hari kesembilan operasi SAR korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua KBB, tim gabungan berhasil mengevakuasi 4 kantong jenazah baru. Total korban ditemukan hingga saat ini mencapai 74, dengan 6 orang masih hilang dan proses identifikasi terus berlanjut.

Jumlah korban longsor Cisarua yang dievakuasi hari ini

Operasi SAR Tanah Longsor Pasirlangu KBB Hari Kesembilan: 4 Korban Baru Dievakuasi, 6 Orang Masih Hilang

Empat Kantong Jenazah Dievakuasi dari Dua Lokasi Berbeda

Pada hari kesembilan operasi pencarian dan evakuasi korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi empat kantong jenazah baru. Kepala SAR Bandung, Ade Dian, menyampaikan bahwa keempat korban tersebut ditemukan di dua lokasi utama, yaitu Worksite A2 dan A3, hingga pukul 16.13 WIB pada hari Minggu.

"Pada hari kesembilan operasi SAR, kami berhasil mengevakuasi empat bodypack, dengan rincian dua bodypack ditemukan di Worksite A2 dan dua bodypack di Worksite A3," ujar Ade Dian.

Timeline evakuasi korban baru ini sebagai berikut:

Proses evakuasi ini dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi lapangan yang masih rawan terjadi longsoran kembali. Tim SAR harus berhati-hati dalam memindahkan material longsoran untuk menghindari risiko tambahan bagi personel dan memastikan keutuhan korban.

Total Korban Dievakuasi Capai 74, 6 Orang Masih Hilang

Dengan penambahan empat korban baru ini, total jumlah korban yang berhasil dievakuasi sejak awal operasi hingga pukul 16.13 WIB Minggu mencapai 74 kantong jenazah. Dari jumlah tersebut, diperkirakan masih ada sekitar 6 orang yang diduga tertimbun material longsoran dan menjadi prioritas utama dalam lanjutan operasi pencarian.

Kondisi lokasi longsoran yang luas dan volume material yang besar menjadi salah satu tantangan utama bagi tim SAR. Setiap hari, tim melakukan evaluasi lapangan secara detail untuk menentukan lokasi pencarian selanjutnya yang memiliki potensi tinggi menemukan korban yang tersisa. Evaluasi ini melibatkan analisis data dari alat pendukung seperti radar dan informasi dari saksi mata.

Proses Identifikasi Korban Berlangsung Intensif

Selain evakuasi, tim Disaster Victim Identification (DVI) juga terus bekerja keras untuk mengidentifikasi korban yang telah ditemukan. Sampai saat ini, 57 jiwa dari 58 kantong jenazah yang diperiksa telah berhasil diidentifikasi. Sisanya, 15 kantong jenazah masih dalam proses identifikasi lebih lanjut.

"Proses identifikasi korban masih terus berlangsung dan kami berkoordinasi intensif dengan tim DVI untuk memastikan seluruh korban dapat segera teridentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga," jelas Ade Dian.

Proses identifikasi ini membutuhkan waktu karena beberapa korban dalam kondisi yang tidak lengkap akibat dampak longsoran. Tim DVI menggunakan berbagai metode seperti pemeriksaan DNA, identifikasi barang bukti (seperti kartu identitas, aksesoris, atau pakaian), dan keterangan keluarga untuk memastikan akurasi identifikasi. Setiap langkah identifikasi dilakukan dengan cermat untuk menghindari kesalahan yang dapat menyakiti keluarga korban.

Fokus Pencarian Selanjutnya di Sektor A2 dan A3

Operasi SAR pada hari kesembilan difokuskan pada lima lokasi utama, yaitu A1, A2, A3, B1, dan B2. Namun, konsentrasi pencarian diperkuat di sektor A2 dan A3 berdasarkan hasil evaluasi lapangan yang menunjukkan bahwa area tersebut memiliki potensi tinggi untuk menemukan korban yang tersisa.

Tim SAR gabungan akan terus melanjutkan operasi secara terukur dan terkoordinasi dengan melibatkan seluruh unsur yang ada, termasuk personel dari TNI, Polri, PMI, dan petugas lokal. Tujuan utama adalah menemukan semua korban yang masih hilang sehingga dapat diserahkan kepada keluarga mereka secepat mungkin.

Untuk keluarga korban, proses ini adalah masa yang sangat sulit. Oleh karena itu, tim SAR dan DVI berkomitmen untuk bekerja sekeras mungkin untuk memberikan kejelasan dan keadilan bagi keluarga korban, serta memastikan bahwa setiap korban mendapatkan penghormatan yang layak.