Jembatan Garuda Pangandaran Ambruk Seusai Diresmikan, KSAD Minta Maaf dan Janji Perkuat Talinya
Jembatan Garuda di Pangandaran ambruk seusai diresmikan. KSAD Maruli Simanjuntak minta maaf dan menyatakan TNI AD bertanggung jawab atas kejadian yang disebabkan kelebihan kapasitas. Talinya akan diperkuat 20-30 persen.

Jembatan Garuda di Desa Margacinta, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran ambruk pada Minggu (30/8) sore, hanya beberapa jam setelah prosesi peresmian selesai. Warga yang baru saja mengikuti upacara pelantikan bersama Bupati Pangandaran Citra Pitriyami masih berada di atas bentangan jembatan ketika struktur tersebut jatuh.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Beberapa warga mengalami luka ringan dan berhasil menyelamatkan diri sebelum jembatan roboh sepenuhnya.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut. Dia mengklaim bertanggung jawab karena pembangunan jembatan merupakan bagian dari tugas yang ditugaskan Presiden.
Baca Juga: Gempa M5,3 Guncang Cilacap, Getarannya Terasa hingga Bandung dan Jawa Barat
"Saya pribadi bersama anggota memohon maaf atas kejadian tersebut. Kami bertanggung jawab atas kejadian tersebut," kata Maruli.
Hasil investigasi menunjukkan jembatan tidak mampu menahan beban massal. Jembatan tersebut hanya didesain untuk sekitar 20 orang, namun dalam prosesi peresmian terdapat puluhan warga yang ikut hadir sekaligus. Kelebihan kapasitas itulah yang menyebabkan tali sling pada salah satu sisi jembatan terputus.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan posisi TNI AD tidak untuk menyalahkan warga. Hingga saat ini, kata Donny, belum ada informasi mengenai apakah warga yang hadir melanggar ketentuan yang telah disosialisasikan sebelumnya.
"Kami tidak ingin menyalahkan siapa pun. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk memastikan seluruh aspek teknis dan ketentuan penggunaan benar-benar dipahami dan dipatuhi," tutur Donny.
Sebagai tindak lanjut, TNI AD akan melakukan evaluasi pada seluruh proyek pembangunan jembatan serupa di berbagai lokasi. Rencananya, kekuatan sling akan ditingkatkan sekitar 20 hingga 30 persen dari spesifikasi awal.
Jembatan Garuda membentang di atas sungai di kawasan yang menjadi akses utama warga Desa Margacinta. Peresmian jembatan ini seharusnya menjadi kabar gembira bagi warga karena selama ini mereka harus menggunakan jalur alternatif untuk menyeberang.
Saat ini warga kembali menggunakan jalur lama sembari menunggu keputusan terkait perbaikan atau pembangunan ulang jembatan tersebut.