Jelang Ultah ke-80 PMI, Relawan Bekasi Perkuat Kesiapan Donor Darah dan Respons Bencana untuk 3 Juta Penduduk
Jelang peringatan Hari PMI ke-80, PMI Bekasi memperkuat kesiapan layanan donor darah dan respons bencana bagi 3 juta penduduknya dengan memperbarui strategi regenerasi relawan.

Di balik operasi PMI yang jarang terlihat sehari-hari, ada ratusan volontir yang secara rutin turun ke jalan untuk mengambil darah, merespons banjir, dan menjaga stok kebutuhan medis dasar bagi masyarakat. Bekasi, kabupaten dengan populasi lebih dari 3 juta jiwa di Jawa Barat, menjadi salah satu wilayah yang bergantung pada kerja PMI setempat untuk memenuhi kebutuhan darah ratusan kantong setiap minggunya.
Saat memasuki peringatan Hari Palang Merah Indonesia ke-80 pada 2026, PMI Bekasi menggencarkan kesiapan layanan donor darah dan respons bencana. Relawan tersebar di 40 puskesmas dan markas PMI di seluruh kecamatan untuk memastikan layanan tetap berjalan.
"Patriotisme bukan hanya tentang keberanian membela negara dalam situasi tertentu. Patriotisme juga tercermin ketika kita rela memberikan waktu, tenaga dan pikiran untuk membantu sesama," kata H. Ridho Choirul Umam, Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia Bekasi.
Baca Juga: Dreame Luncurkan X60 dan H16 untuk Pasar Indonesia, Robot Vacuum Jangkau Sudut hingga 18 Sentimeter
Jumlah pendonor aktif di Bekasi masih belum sebanding dengan kebutuhan rumah sakit dan klinik yang terus meningkat setiap tahun. PMI Bekasi secara rutin menjadwalkan mobile donor darah ke permukiman, kantor pemerintah, dan sekolah untuk menjangkau lebih banyak pendonor potensial. Setiap tahunnya, ribuan warga Bekasi memerlukan transfusi darah untuk operasi, persalinan, atau penanganan penyakit kronis.
Komitmen dukungan terhadap PMI Bekasi datang dari berbagai kalangan. DPD PSI Bekasi menyatakan komitmennya mendukung operasional PMI sebagai bentuk kerja kemanusiaan yang langsung dirasakan masyarakat.
"Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya bangga menjadi warga negara Indonesia, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat," lanjut Ridho.
Baca Juga: Pabrik BYD di Subang Serap 5.000 Pekerja Lokal, Targetkan 20.000 Tenaga Kerja
Di luar keperluan darah, PMI Bekasi juga bertugas merespons situasi darurat seperti banjir yang kerap melanda wilayah aliran sungai Cisadane dan Citarik saat musim hujan. Relawan PMI setempat perlu terus memperbarui kemampuan pertolongan pertama dan evakuasi mengingat frekuensi cuaca ekstrem yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Ke depan, regenerasi relawan menjadi tantangan tersendiri. PMI Bekasi aktif menggandeng pelajar dan mahasiswa untuk mengikuti pelatihan pertolongan pertama agar regenerasi tetap terjaga dan jaringan penanganan darurat覆盖 wilayah-wilayah yang selama ini masih kekurangan akses layanan kesehatan darurat.