Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kaproli waspadai judol masuk game online saat temui 5.499 pelajar di kemah Sukabumi

Jabar · Oleh ·

Kaproli Listyo Sigot Prabowo mengingatkan 5.499 pelajar di kemah Sukabumi tentang bahaya judol yang diselipkan dalam game online, khawatir generasi muda terjerat

Kaproli waspadai judol masuk game online saat temui 5.499 pelajar di kemah Sukabumi

Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, menjadi lokasi Kemah Nasional Pramuka Persatuan Umat Islam selama 2-4 September 2026. Satu dari 5.499 pelajar yang datang dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, hingga Sumatera Utara mendengarkan langsung peringatan dari Listyo Sigot Prabowo tentang bahaya yang mengincar mereka.

Kaproli menjelaskan celah judol saat ini semakin mudah ditemukan di internet. Permainan game online rawan disusupi tautan yang mengarah pada praktik tersebut.

"Sebagai contoh, awal mula kita mungkin ingin belajar tentang game, kemudian bergeser game di situ ada permainan game yang kemudian mengarah pada judi online. Diam-diam kita coba-coba karena kita anggap game, akhirnya kita kecanduan, dan akhirnya kita terjebak untuk ikut judi online," kata Listyo.

Baca Juga: DLH Kota Cirebon Siapkan Tanah Uruk dan Tangki Air Antisipasi Titik Panas di TPA Kopiluhur

Peringatan ini bukan tanpa dasar. Sepanjang 2025, pemerintah memblokir lebih dari 5.000 domain judol. Namun jumlah itu terus bertambah seiring kreatifitas operator yang mengganti alamat situs dalam hitungan jam.

Ketua Umum DPP PUI Raizal Arifin menyebut kemah ini dirancang sebagai benteng pertahanan moral generasi muda dari judol hingga pinjaman online.

"Islah us-Samaniyah ini adalah Islah ut-Tarbiyah, yaitu bagaimana kemudian kita melakukan pembinaan kepada generasi muda. Mereka agar lebih bisa imun menghadapi dinamika dan tantangan global saat ini," tutur Raizal.

Baca Juga: September Jadi Bulan Terakhir Pencairan PKH dan BPNT Triwulan III, KPM Diimbau Cek Status via Online

Konsep kegiatan luar ruangan dipilih agar penyampaian materi tidak membosankan. PUI sengaja memadukan edukasi dengan aktivitas outdoor agar pesan lebih mudah diserap.

Sukabumi bukan dipilih secara acak. Daerah ini menjadi salah satu lokasi bersejarah bagi PUI karena merupakan tanah kelahiran KH Ahmad Sanusi dan Mr R SyaMSudin, dua dari tiga pendiri organisasi ini yang juga tercatat sebagai anggota BPUPKI.

Listyo apresiasi tingginya antusiasme pelajar dalam gerakan Pramuka. Ia menilai kegiatan Pramuka efektif membentuk karakter, jiwa kepemimpinan, dan rasa persatuan.