Jelang Ramadan, Pemkot Bandung Pastikan Harga Sembako Aman dan Stabil
Pemkot Bandung pantau harga kebutuhan pokok, tetap stabil menjelang Ramadan 2026; cabai naik moderat, protein hewani normal, dan Bazmut siap jaga inflasi.

Harga Kebutuhan Pokok Bandung Tetap Stabil Menjelang Ramadan 2026
Pemerintah Kota Bandung (Pemkot) menegaskan bahwa harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) berada pada level yang relatif aman dan stabil menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 H. Penilaian ini didasarkan pemantauan intensif oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) di sejumlah pasar tradisional kota.
Kondisi Pasar Tradisional dan Pengaruh Cuaca Ekstrem
Meskipun beberapa wilayah Bandung mengalami curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem, fluktuasi harga di pasar tradisional masih dianggap wajar dan tidak memicu gejolak signifikan. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan Minggu, menjelaskan bahwa tim Disdagin melakukan survei harga secara berkala dan belum menemukan lonjakan yang mengancam daya beli.
"Secara umum harga masih terkendali. Memang ada sedikit kenaikan di beberapa komoditas hortikultura seperti cabai akibat faktor cuaca, tapi masih dalam batas wajar dan tidak melonjak tajam," – Muhammad Farhan Minggu
Harga Cabai Rawit Merah
- Harga saat ini: Rp58.000/kg
- Kenaikan: + Rp9.000/kg dibandingkan periode sebelumnya
- Catatan: Masih jauh di bawah puncak harga Rp80.000‑Rp100.000/kg pada periode sebelumnya
Kenaikan ini dianggap moderatif dan tidak berdampak pada inflasi pangan secara keseluruhan.
Harga Protein Hewani Tetap Normal
Data Disdagin per akhir Januari 2026 menunjukkan stabilitas pada komoditas protein hewani:
- Daging sapi: Rp140.000/kg
- Daging ayam ras: Rp38.000/kg
- Telur ayam: Rp29.000/kg
Tidak ada indikasi gejolak harga yang signifikan, sehingga sektor perdagingan tetap aman bagi konsumen.
Dampak Bencana Alam terhadap Rantai Pasokan
Longsor yang melanda wilayah Bandung Barat (KBB) sempat menimbulkan kekhawatiran tentang gangguan distribusi pangan. Namun, Wali Kota Farhan memastikan bahwa jalur distribusi tetap lancar dan tidak mempengaruhi pasokan maupun harga di pasar Bandung.
"Kami tidak ingin masyarakat Bandung menghadapi Ramadan dengan kecemasan soal harga pangan. Pemerintah hadir untuk memastikan pasokan aman, harga terkendali, dan daya beli tetap terjaga," – Muhammad Farhan Minggu
Langkah Antisipasi: Bazar Murah Utama (Bazmut)
Sebagai upaya menjaga kestabilan harga menjelang Ramadan dan Idulfitri, Pemkot Bandung akan meluncurkan kembali program Bazar Murah Utama (Bazmut) di 30 kecamatan. Program ini bertujuan:
- Menekan potensi inflasi pangan pada periode puncak konsumsi
- Menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi rumah tangga
- Menjadi instrumen konkret selain regulasi harga
"Bazar murah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi instrumen konkret untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen," tegas Farhan.
Analisis Dampak Stabilitas Harga terhadap Ibadah Ramadan
Stabilitas harga pangan memiliki implikasi sosial‑ekonomi yang signifikan selama Ramadan:
- Kesejahteraan keluarga: Mengurangi beban biaya hidup sehingga keluarga dapat fokus pada ibadah.
- Pengendalian inflasi: Mencegah spiral kenaikan harga yang biasanya terjadi pada musim konsumsi tinggi.
- Kepercayaan publik: Meningkatkan persepsi masyarakat terhadap efektivitas kebijakan pemerintah daerah.
Dengan kondisi pasar yang masih terkendali, diperkirakan konsumsi pangan selama Ramadan akan tetap berada pada tingkat normal tanpa tekanan harga yang berlebihan.
Kesimpulan
Pemkot Bandung, melalui Disdagin, terus memantau harga kebutuhan pokok dan memastikan pasokan tetap aman menjelang Ramadan 2026. Meskipun terdapat kenaikan moderat pada cabai rawit merah, harga protein hewani tetap stabil, dan distribusi pangan tidak terganggu oleh bencana alam. Program Bazmut diharapkan menjadi katalisator utama dalam menjaga stabilitas harga hingga Idulfitri.
Pemantauan berkelanjutan dan intervensi pasar yang tepat menjadi kunci utama untuk melindungi daya beli warga Bandung saat memasuki bulan suci.