Jam Tangan Pintar Pantau Kesehatan Ibu Hamil di Sumedang, Jawa Barat
Pemkab Sumedang, Jawa Barat, gunakan jam tangan pintar untuk memantau kesehatan ibu hamil berisiko tinggi, guna menurunkan angka kematian ibu dan bayi di wilayah.

Latar Belakang Program
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, telah meluncurkan inovasi berbasis data untuk meningkatkan pemantauan kesehatan ibu hamil, sebagai bagian dari komitmen jangka panjang untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) di wilayah tersebut. Langkah terbaru ini menggunakan jam tangan pintar untuk memantau kondisi ibu hamil secara real-time, memungkinkan tenaga kesehatan mengambil langkah penanganan cepat terhadap kondisi rawan.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa prinsip utama program ini adalah good data, good decision, and good result, dengan tujuan memastikan setiap ibu dan bayi mendapatkan keselamatan serta pelayanan kesehatan terbaik.
"Setiap ibu dan bayi berhak mendapatkan keselamatan serta pelayanan terbaik. Jangan biarkan satu nyawa pun hilang akibat keterlambatan yang sebenarnya dapat dicegah," kata Munir dalam acara resmi di Sumedang.
Inovasi Pemantauan Digital Melalui Jam Tangan Pintar
Sebelumnya, Pemkab Sumedang telah mengembangkan dan memperkuat SINURMI (Sistem Informasi Monitoring Kesehatan Remaja Putri dan Ibu Hamil), yang terintegrasi dengan penggunaan jam tangan pintar untuk pemantauan kesehatan secara real-time. Perangkat ini dapat mencatat dan mengirimkan data indikator vital penting kepada tenaga kesehatan, antara lain:
- Tekanan darah ibu hamil
- Denyut jantung
- Saturasi oksigen
- Aktivitas fisik harian
Dengan akses ke data ini secara real-time, tenaga kesehatan dapat mengidentifikasi potensi risiko kesehatan lebih dini, sehingga dapat mengambil langkah penanganan cepat sebelum kondisi memburuk. Hingga saat ini, lebih dari 1.000 unit jam tangan pintar telah didistribusikan kepada ibu hamil berisiko tinggi di seluruh wilayah Sumedang, untuk mendukung layanan pemantauan kesehatan berbasis digital.
Tren Penurunan AKI dan AKB dalam Tiga Tahun Terakhir
Bupati Munir juga menginformasikan bahwa program ini telah menunjukkan hasil positif, dengan tren penurunan AKI dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, angka AKI di Sumedang mencapai 22 kasus, turun menjadi 21 kasus pada 2024, dan turun signifikan menjadi 14 kasus pada 2025. Sementara itu, angka kematian balita sempat mengalami peningkatan kecil dari 196 kasus pada 2023 menjadi 202 kasus pada 2024, namun kembali turun menjadi 173 kasus pada tahun ini. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa capaian ini bukanlah hasil akhir, melainkan pemicu untuk bekerja lebih keras dan terarah. Ia menegaskan bahwa setiap kasus kematian ibu dan bayi adalah persoalan serius yang harus dicegah sepenuhnya.
"Capaian ini bukan hasil akhir, tetapi justru harus menjadi pemicu agar kita bekerja lebih keras dan lebih terarah, karena setiap kematian ibu dan bayi adalah persoalan serius yang harus dicegah," kata dia.
Pentingnya Kolaborasi Antar Pemangku Kepentingan
Menurut Bupati Munir, keberhasilan program penurunan AKI dan AKB sangat ditentukan oleh keseriusan, konsistensi, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Hal ini mencakup pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta masyarakat luas. Ia meminta forum penggerakan penurunan AKI dan AKB untuk tidak hanya berhenti pada diskusi semata, tetapi menghasilkan komitmen bersama yang ditindaklanjuti dengan langkah konkret dan terukur di lapangan. Hanya dengan kolaborasi yang kuat, program ini dapat memberikan dampak maksimal bagi kesehatan ibu dan bayi di Sumedang.
Kesimpulan
Inovasi pemantauan kesehatan berbasis digital dengan jam tangan pintar ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan maternal dan infant di Sumedang. Dengan memanfaatkan teknologi, tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan yang lebih tepat waktu dan personal, sehingga dapat mengurangi risiko komplikasi dan kematian. Program ini juga menunjukkan bagaimana pemanfaatan data real-time dapat menjadi dasar untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dalam bidang kesehatan, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.