Jabar Gagas Pagelaran Seni Budaya di MPLS untuk Lestarikan Kearifan Lokal
Jawa Barat gagas MPLS sebagai sarana pelestarian budaya lokal dengan melibatkan siswa dalam pagelaran seni tradisional untuk membentuk karakter Generasi Z di tengah arus globalisasi.

Garut — Momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Jawa Barat bakal diarahkan menjadi lebih dari sekadar proses adaptasi siswa baru. Tahun ini, seluruh tingkatan sekolah di wilayah provinsi tersebut diajak menampilkan pergelaran seni dan budaya edukatif sebagai bagian integral dari kegiatan MPLS.
Strategi Melestarikan Budaya Lokal melalui Dunia Pendidikan
Langkah ini digagas oleh Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Aten Munajat. Melalui pendekatan ini, generasi muda di Jawa Barat diharapkan dapat lebih mengenal dan mencintai kearifan lokal di daerahnya masing-masing.
Baca Juga: Sukabumi Catat Inflasi 2,47% per Juli 2026, Emas Perhiasan Sumbang Andil Terbesar
"Sekolah seharusnya tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membentuk karakter dan menanamkan nilai gotong royong, disiplin, toleransi, serta rasa bangga terhadap jati diri bangsa," tegas Aten saat ditemui di Garut.
Generasi Z dan Tantangan Arus Globalisasi
Komisi V DPRD Jawa Barat yang memiliki fungsi penganggaran dan pengawasan di bidang kebudayaan menyadari bahwa penguatan budaya lokal menjadi langkah strategis di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi. Generasi Z, yang kini menjadi garda depan populasi pelajar, dinilai sangat rentan terhadap hilangnya identitas lokal.
Baca Juga: Prabowo Ingin Laba Danantara Mengalir ke APBN, Bagaimana Modalnya
Untuk menjawab tantangan tersebut, setiap sekolah diinstruksikan untuk:
- Menghadirkan pagelaran seni budaya yang edukatif selama masa MPLS
- Melibatkan siswa secara aktif dalam proses kreatif dan penampilan
- Mengangkat seni tradisional dan budaya daerah sebagai materi utama
Sinergi Kebijakan dan Pelaksanaan di Tingkat Sekolah
Perhatian khusus kini tertuju pada sekolah-sekolah yang dalam waktu dekat akan menyelenggarakan MPLS. Tidak seperti biasanya yang cenderung berfokus pada program orientasi, kegiatan kali ini diperkaya dengan nuansa kesenian dan kebudayaan.
DPRD Jawa Barat berkomitmen untuk terus memperhatikan program kesenian dan kebudayaan, termasuk implementasinya di lingkungan pendidikan. Hal ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk memastikan bahwa anggaran kebudayaan dapat memberikan dampak nyata bagi pelestarian warisan budaya daerah.
Menuju Generasi Muda yang Berkarakter dan Berbudaya
Akhirnya, diharapkan berbagai kegiatan di lingkungan sekolah—khususnya pergelaran seni dan budaya saat MPLS—dapat membentuk karakter anak bangsa yang semakin cinta terhadap Indonesia. Dengan demikian, sekolah tidak sekadar mencetak generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang berkarakter, berbudaya, dan memiliki kecintaan mendalam terhadap Tanah Air.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya lokal dapat dilakukan melalui jalur pendidikan formal, dengan melibatkan generasi muda secara langsung dalam proses pengenalan dan penghargaan terhadap kekayaan budaya daerah.