Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Ini yang Dibutuhkan Pengungsi Longsor di Cisarua, Bandung Barat

KBB · Oleh Raka Permana · · Diperbarui 2 Maret 2026

Warga terdampak longsor di Cisarua, Bandung Barat, mengungkapkan kebutuhan mendesak keluarga dengan bayi di pengungsian, antara lain selimut, obat paracetamol, popok, dan akses air bersih yang lebih mudah akibat cuaca dingin dan keterbatasan fasilitas.

Ini yang Dibutuhkan Pengungsi Longsor di Cisarua, Bandung Barat

Update Terbaru: Kebutuhan Mendesak Keluarga dengan Bayi di Pengungsian Longsor Cisarua, Bandung Barat

Latar Belakang Bencana Longsor di Cisarua

Pada Sabtu (24/1/2026), warga terdampak bencana tanah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, harus mengungsi ke tempat sementara di Kantor Desa Pasirlangu. Selain menghadapi trauma dari bencana, para pengungsi juga dihadapkan pada tantangan tambahan berupa cuaca dingin ekstrem yang menjadi ancaman bagi kesehatan, terutama untuk kelompok rentan seperti bayi dan balita.

Tantangan Cuaca Dingin untuk Kesehatan Bayi

Salah satu warga pengungsian, Zahra, mengungkapkan bahwa cuaca dingin di wilayah Cisarua cukup ekstrem dan berisiko menyebabkan gangguan kesehatan pada bayi. Selimut dan kaos kaki bayi menjadi kebutuhan utama untuk menjaga suhu tubuh bayi tetap stabil, karena tanpa perlengkapan ini, bayi mudah terserang flu atau penyakit lain akibat paparan suhu dingin terus-menerus.

"Kalau buat yang punya bayi, selimut sama kaos kaki itu penting. Soalnya di sini dinginnya ekstrem," ujar Zahra di posko pengungsian.

Kebutuhan Obat, Popok, dan Makanan Bayi yang Dibutuhkan

Selain perlengkapan pemanasan, warga juga menyoroti kebutuhan obat dasar untuk bayi seperti paracetamol. Kondisi cuaca dingin membuat bayi lebih rentan terserang flu, sehingga obat ini menjadi penting untuk menangani gejala awal sebelum kondisi memburuk.

"Obat kayak paracetamol juga perlu, karena bayi rawan kena flu. Dingin banget soalnya," tambahnya.

Selain itu, popok dan makanan bayi juga termasuk kebutuhan yang tidak boleh terlewat. Kondisi pengungsian yang padat dan keterbatasan fasilitas sanitasi membuat pemenuhan kebutuhan ini menjadi lebih sulit. Para pengungsi seringkali harus mengantre untuk mendapatkan bantuan, dan membawa bayi saat mengantre bukanlah hal yang mudah.

"Popok juga penting, karena kalau kondisi kayak gini, urusan sanitasi dan air kan jadi susah. Kadang harus antre, sementara bayi nggak mungkin selalu dibawa antre," tuturnya.

Kondisi Akses Air Bersih di Pengungsian

Zahra menyebut bahwa kondisi akses air bersih di pengungsian umumnya cukup baik dan lancar. Namun, pada waktu-waktu tertentu ketika jumlah pengungsi membludak, akses ke sumber air menjadi lebih sulit. Hal ini menjadi masalah tambahan karena kebutuhan air bersih untuk membersihkan bayi dan peralatan makan mereka sangat tinggi.

"Kalau air bersih sebenarnya terhitung bagus dan lancar, cuma kalau pengungsinya lagi banyak, agak susah juga ke air," pungkasnya.

Harapan Warga untuk Bantuan Lebih Terarah

Para warga pengungsian berharap bahwa bantuan yang disalurkan ke lokasi pengungsian dapat lebih memperhatikan kebutuhan spesifik kelompok rentan, terutama bayi dan balita. Dengan bantuan yang terarah, kondisi kesehatan dan kesejahteraan kelompok ini dapat tetap terjaga di tengah situasi darurat pasca longsor.

Untuk memudahkan pemahaman, berikut adalah daftar kebutuhan utama keluarga dengan bayi di pengungsian: