Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Hujan Tak Bendung Laju! Lalin Wisata Lembang Normal Saat Malam Tahun Baru

KBB · Oleh Salsa Maharani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Malam Tahun Baru di Lembang: hujan deras tak hambat lalu lintas normal! Wisatawan sepi, Lembang seperti akhir pekan biasa. Prediksi gelombang kedua?

Hujan Tak Bendung Laju! Lalin Wisata Lembang Normal Saat Malam Tahun Baru

Hujan Guyur Lembang, Arus Lalu Lintas Malam Tahun Baru Terpantau Normal

Lembang, Bandung Barat – Kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat, diguyur hujan deras menjelang pergantian tahun pada Rabu, 31 Desember 2025. Kondisi cuaca ini berimplikasi pada arus lalu lintas yang relatif normal, menyerupai kondisi akhir pekan biasa, tanpa adanya kepadatan berarti yang sering terjadi saat momentum liburan.

Hujan mulai turun sejak pagi hari, sempat mereda di siang bolong, namun kembali mengguyur wilayah Lembang pada sore hari hingga malam. Cuaca yang kurang bersahabat ini diyakini menjadi salah satu faktor utama yang mengurangi minat wisatawan untuk memadati destinasi populer berhawa sejuk tersebut.

Kondisi Lalu Lintas dan Antisipasi Gelombang Kedua Wisatawan

Pantauan di sejumlah jalur utama Lembang, seperti Jalan Panorama dan Jalan Grand Hotel, menunjukkan tidak adanya antrean kendaraan panjang seperti yang terlihat pada hari-hari sebelumnya. Situasi ini berbeda jauh dengan prediksi awal yang memperkirakan lonjakan volume kendaraan signifikan di malam tahun baru.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, menyampaikan bahwa penurunan volume lalu lintas wisatawan sudah mulai terasa sejak Senin, 29 Desember. Meskipun demikian, pihaknya tetap sigap mengantisipasi potensi peningkatan kunjungan pada gelombang kedua libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), yakni pada 3–4 Januari 2026.

"Kemungkinan ada kedatangan lagi wisatawan di akhir pekan ini, mulai tahun baru hingga akhir pekan mendatang," ujar AKBP Niko.

Pada gelombang pertama puncak kunjungan wisatawan ke Lembang, tercatat lebih dari 15 ribu kendaraan masuk melalui jalur arteri maupun jalur alternatif. Niko memprediksi gelombang kedua ini akan menyamai atau bahkan melampaui angka tersebut.

"Prediksi kami, jumlah kendaraan minimal akan sama dengan akhir pekan kemarin. Karena itu, pengaturan lalu lintas harus dilaksanakan dengan baik, termasuk penerapan sistem contraflow atau one way sepenggal jika terjadi kepadatan yang signifikan," terangnya.

Imbauan Kehati-hatian di Jalur Alternatif

AKBP Niko turut mengimbau wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur alternatif, mengingat saat ini masih memasuki musim hujan dengan potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana alam.

"Kami mengimbau wisatawan berhati-hati terhadap potensi kecelakaan di jalur alternatif, terutama di musim hujan. Personel juga kami siagakan di jalur-jalur tersebut untuk memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan," pungkasnya. Para pengunjung disarankan untuk selalu memantau kondisi cuaca dan berkendara dengan hati-hati guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan.