Heboh KBB: Kisah Abah Dalang Diangkut Ekskavator Viral, Ada Apa?
Viral video lansia 75 tahun Abah Dalang di Kabupaten Bandung Barat dievakuasi menggunakan ekskavator karena akses terbatas akibat pembangunan. Kejadian ini menjadi evaluasi untuk penanganan darurat di wilayah terpencil.

Latar Belakang Viralnya Video Abah Dalang di Ekskavator
Pada Senin 15 Desember 2025, video seorang lansia yang dievakuasi menggunakan ekskavator di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi viral di akun TikTok @bppberkahpalaputra. Video tersebut menampilkan proses perjalanan lansia dari Kampung Cipendeuy menuju Jalan Desa Jati, Kecamatan Saguling, dengan menggunakan alat berat yang biasanya digunakan untuk pekerjaan konstruksi.
Siapa Abah Dalang? Alasan Dievakuasi Menggunakan Ekskavator
Lansia dalam video tersebut adalah A. Asmara Wijaya, yang lebih dikenal dengan panggilan Abah Dalang, berusia 75 tahun, warga Kampung Cipendeuy RT03/04 Desa Jati. Keadaan kesehatannya memburuk setelah minum kopi, mengalami muntah-muntah, sehingga membutuhkan penanganan medis segera.
Masalah utama yang dihadapi adalah akses menuju rumah Abah Dalang yang sangat terbatas. Rumahnya berada di pinggir Waduk Saguling, di area yang sedang dalam proses pembukaan jalur untuk pembangunan jembatan apung. Jalur akses tunggal menuju tempat tinggalnya tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat karena sedang dalam tahap pembukaan.
Karena kondisi darurat dan permintaan dari Abah Dalang sendiri, pekerja proyek dan warga setempat secara inisiatif menggunakan ekskavator yang sedang berada di lokasi pekerjaan untuk mengantarkannya sejauh kurang lebih 350 meter menuju akses utama. Hal ini dilakukan agar Abah Dalang dapat dengan lebih mudah dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Penjelasan dari Pihak Desa dan Puskesmas
Kasi Pemerintahan (Tapem) Desa Jati, Iyep Saripudin, membenarkan identitas Abah Dalang dan alasan penggunaan ekskavator. "Awalnya mau digendong, tapi karena medan jalannya terjal, teknisi ekskavator berinisiatif membantu evakuasi agar Abah Dalang bisa sampai ke jalan desa kemudian dibawa naik motor untuk dibawa ke Bidan Desa," jelasnya.
Kepala Puskesmas Saguling, Burhan, menjelaskan kondisi kesehatan Abah Dalang saat pertama kali diterima. "Awalnya setelah minum kopi, yang bersangkutan mengalami muntah-muntah kemudian dibawa ke bidan terdekat," ujarnya. Setelah mendapatkan penanganan intensif dari tenaga kesehatan Puskesmas Saguling, kondisi Abah Dalang kini semakin membaik.
Respons Bupati Bandung Barat: Evaluasi untuk Penanganan Darurat
Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian yang terjadi. > "Kami mengakui bahwa penanganan awal dari tingkat desa dan kecamatan belum berjalan cepat," ujarnya.
Jeje menjelaskan bahwa akses terbatas bukan karena jalan rusak, melainkan akibat pembukaan jalur untuk pembangunan jembatan apung. "Ekskavator digunakan sebagai solusi sementara karena alat berat tersebut sedang berada di lokasi pekerjaan," tambahnya.
Bupati menekankan bahwa kejadian ini menjadi evaluasi penting untuk pemerintah daerah. "Kejadian ini menjadi evaluasi bagi kami agar ke depan penanganan kondisi darurat di wilayah dengan akses terbatas dapat dilakukan lebih cepat, lebih sigap, dan lebih berorientasi pada keselamatan warga," pungkasnya.
Pelajaran dari Kejadian Abah Dalang
Kejadian Abah Dalang memberikan beberapa pelajaran penting bagi penanganan darurat di wilayah dengan akses terbatas:
- Koordinasi yang lebih baik antara pihak proyek pembangunan dan pemerintah desa/kecamatan untuk memastikan akses darurat tetap terbuka selama proses konstruksi
- Persiapan alat transportasi darurat khusus untuk wilayah terpencil yang sulit dijangkau oleh kendaraan umum
- Evaluasi rutin sistem penanganan darurat untuk warga yang tinggal di sekitar area pembangunan atau lokasi dengan akses terbatas
Kondisi Terkini Abah Dalang
Saat ini, kondisi Abah Dalang berangsur membaik. Pihak desa telah memberikan bantuan kebutuhan dasar, dan Kepala Desa bersama Forkopimcam juga telah meninjau langsung kondisinya. Abah Dalang kini dapat pulang dan menjalani pemulihan di rumah dengan pengawasan dari keluarga dan tenaga kesehatan setempat.