Hari ke-12 Pencarian Korban Longsor Tim SAR Evakuasi 7 Bodypack
Hari ke-12 operasi pencarian korban longsor di Desa Parilangu Cisarua Bandung Barat berhasil menemukan 7 bodypack baru, menjumlahkan total 92 korban. Sebanyak 68 di antaranya sudah diidentifikasi secara akurat oleh Tim DVI, sementara operasi masih berlanjut hingga hari ke-14 masa tanggap darurat.

Latar Belakang Longsor di Desa Parilangu Cisarua Bandung Barat
Pada Sabtu (24/1/2026), bencana longsor melanda tiga kampung di Desa Parilangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Bencana ini menyebabkan banyak warga hilang dan rumah runtuh, memicu operasi pencarian dan evakuasi korban (SAR) yang berlangsung selama berhari-hari. Sampai hari ke-12 operasi, Tim SAR Gabungan terus bekerja tanpa lelah untuk menemukan setiap korban yang masih hilang.
Hari ke-12 Operasi SAR: Cuaca Kondusif Bantu Penemuan 7 Korban Baru
Pada Rabu (4/2/2026), tepat hari ke-12 pasca longsor, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan 7 bodypack baru di area lokasi longsor. Penemuan ini dilakukan di tiga worksite berbeda:
- 1 bodypack di Worksite A2
- 4 bodypack di Worksite A3
- 2 bodypack di Worksite B2
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca yang cerah dan stabil menjadi faktor kunci yang memudahkan tim bekerja lebih optimal. Tanpa ancaman hujan yang bisa menyebabkan longsor susulan, personel dapat menyisir setiap jengkal tanah dengan presisi tinggi.
"Dari sisi kondisi lapangan, cuaca hari ini terpantau cerah dan cukup kondusif, sehingga sangat mendukung kelancaran aktivitas pencarian dan evakuasi korban. Kondisi cuaca yang stabil memungkinkan Tim SAR Gabungan bekerja lebih optimal di seluruh worksite yang telah ditentukan," ujar Ade dalam konferensi persnya.
Hingga hari ini, total korban yang berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan mencapai 92 bodypack. Angka ini terus bertambah seiring dengan penyisiran yang dilakukan setiap hari.
Data Korban: 68 Korban Sudah Dikenali Secara Akurat oleh Tim DVI
Proses identifikasi korban dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) yang terdiri dari ahli forensik dan profesional terkait. Sampai pukul 16.30 WIB hari Rabu, data resmi menunjukkan bahwa:
- 71 bodypack telah diperiksa oleh Tim DVI
- 68 di antaranya berhasil diidentifikasi secara akurat
- 21 bodypack lainnya masih dalam proses pemeriksaan mendalam
Ade Dian Permana menekankan bahwa data korban adalah informasi yang sangat sensitif, sehingga semua informasi yang disampaikan ke publik harus berdasarkan verifikasi resmi dari Tim DVI.
"Data korban adalah hal yang sangat sensitif. Informasi yang disampaikan kepada publik oleh Tim SAR Gabungan berpijak pada verifikasi resmi Tim DVI," tambahnya.
Operasi SAR Belum Berhenti: Masa Tanggap Darurat Sampai Hari ke-14
Meskipun angka penemuan korban terus bertambah, Operasi SAR belum akan dihentikan segera. Sesuai dengan aturan masa tanggap darurat yang berlaku selama 14 hari pasca longsor, Tim SAR Gabungan akan terus melakukan evaluasi dinamis setiap hari berdasarkan situasi lapangan.
Di antara tumpukan tanah dan puing, masih ada harapan-harapan keluarga korban yang harus dituntaskan. Tim akan terus bekerja untuk menemukan setiap korban yang masih hilang, meskipun tantangan di lapangan tetap besar.
Dampak Psikologis Keluarga Korban: Setiap Penemuan adalah Langkah Menuju Ketenangan
Bencana longsor di Desa Parilangu meninggalkan luka yang dalam bagi warga, terutama keluarga korban. Setiap jasad korban yang ditemukan bukan hanya sekadar angka statistik, tetapi juga sebuah harapan untuk keluarga yang telah menunggu selama berhari-hari.
Luka emosional yang dialami oleh keluarga korban tidak akan sembuh dalam waktu singkat. Oleh karena itu, selain operasi SAR, diperlukan dukungan psikologis yang berkelanjutan bagi mereka yang ditinggalkan. Setiap penemuan korban adalah langkah kecil menuju ketenangan dan penutupan bagi keluarga korban.