Gus Ipul Puji Kreativitas SRMA 14 Bandung Barat: Siswa Siap Siaga Bencana!
Menteri Sosial Gus Ipul menyaksikan penampilan talenta siswa SRMA 14 Bandung Barat dan mengapresiasi program Sekolah Rakyat yang tidak hanya mendidik anak tetapi juga memberdayakan keluarga mereka secara komprehensif.

Pertunjukan Talenta Siswa SRMA 14 Bandung Barat Memukau Menteri Sosial Gus Ipul
Setiap tahunnya, program Sekolah Rakyat terus menunjukkan dampak positif tidak hanya pada pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetapi juga pada pemberdayaan keluarga mereka. Pada Jumat (28/11/2025), Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyaksikan secara langsung bukti dari dampak ini melalui penampilan talenta siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 14 Bandung Barat dalam acara Dialog Kesejahteraan Sosial.
Penampilan Kesiapsiagaan Bencana yang Lugas dan Terstruktur
Pembukaan pentas dimulai oleh Al Pitri Febriani, siswi SRMA 14 Bandung Barat, yang memeragakan safety briefing tentang kesiapsiagaan bencana. Penjelasannya yang lugas dan terstruktur berhasil memukau Gus Ipul serta para tamu undangan, menunjukkan bahwa siswa Sekolah Rakyat tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik tetapi juga keterampilan praktis yang berguna untuk kehidupan sehari-hari.
Ragam Talenta dari Seni Budaya hingga Olahraga dan Bahasa
Setelah penampilan Al Pitri, murid-murid SRMA 14 Bandung Barat menampilkan berbagai talenta lainnya, antara lain:
- Tarian Mojang Priangan yang menampilkan keindahan budaya Jawa Barat
- Atraksi boxing dan taekwondo yang menunjukkan ketangguhan dan disiplin
- Pidato dua bahasa oleh Dedeh Sarinah dan Deden Awaludin yang menunjukkan kemampuan berkomunikasi yang baik
- Paduan suara yang membawakan lagu ungkapan terima kasih kepada guru, dilengkapi dengan pembacaan puisi oleh Dedeh Sarinah.
“Lalu datanglah Sekolah Rakyat, hadir seperti matahari tembus di celah daun. Anak kecil dari kampung manapun boleh memiliki mimpi dari Bandung Barat. Kemiskinan bukan takdir, keterbatasan bukan akhir. Kami akan tumbuh setara, kami akan menjadi anak-anak yang membanggakan Indonesia.”
Dedeh mengakhiri puisi itu dengan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo, serta sapaan lokal Sampurasun, haturnuhun yang menunjukkan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam.
Gus Ipul: Sekolah Rakyat adalah Miniatur Pengentasan Kemiskinan yang Komprehensif
Melihat penampilan para murid SRMA 14 Bandung Barat, Gus Ipul mengaku bangga dan menilai mereka sebagai gambaran masa depan Indonesia yang cerah. Dalam arahannya, Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah miniatur pengentasan kemiskinan yang komprehensif, karena program ini tidak hanya memungkinkan anak-anak untuk melanjutkan sekolah tanpa biaya tetapi juga memberdayakan orang tua mereka:
- Rumah yang tidak layak huni direnovasi
- Orang tua siswa dibantu menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih
- Mendapatkan bantuan sosial (bansos) lengkap, jaminan kesehatan, dan dukungan untuk naik kelas menjadi lebih mandiri.
“Anak lulus, orang tua pun juga naik kelas, tidak lagi bergantung pada bansos,” kata Gus Ipul menekankan.
Tegasan Gus Ipul Tentang Integritas Pelaksanaan Program Sekolah Rakyat
Gus Ipul juga turut mengapresiasi para pendamping sosial atas dedikasi mereka dalam melakukan home visit dan memverifikasi kelayakan siswa Sekolah Rakyat berdasarkan data yang akurat. Namun, dia juga menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam pelaksanaan program agar tepat sasaran:
“Tidak boleh ada kongkalikong, sogok, atau titipan. Menteri tidak boleh titip, gubernur tidak boleh titip, camat tidak boleh titip. Tidak ada titipan,” ujar Gus Ipul dengan tegas.
Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa program Sekolah Rakyat benar-benar sampai ke yang membutuhkan tanpa adanya penyelewengan.
Program Sekolah Rakyat terus menjadi harapan bagi keluarga kurang mampu di Indonesia, terutama di wilayah Bandung Barat. Penampilan talenta siswa SRMA 14 Bandung Barat bukan hanya menunjukkan bakat mereka tetapi juga bukti bahwa program ini berhasil menciptakan generasi yang mandiri dan berdaya, sekaligus memberdayakan keluarga mereka keluar dari kemiskinan.