Gus Ipul Latih 998 Wali Asuh dan Wali Asrama untuk Mengasuh Siswa Sekolah Rakyat
998 wali asuh dan wali asrama dari 6 regional ikut pelatihan di Bandung untuk mengasuh siswa Sekolah Rakyat, program pendidikan berasrama bagi anak tidak mampu di Jawa Barat.

Seribu wali asuh dan wali asrama dari seluruh Indonesia sedang mengikuti pelatihan di Aula BBPPKS Bandung untuk siap mengasuh siswa dari keluarga tidak mampu di Sekolah Rakyat. Mensos Gus Ipul meminta mereka mengerjakannya dengan penuh empati dan kerja dari hati. Pelatihan ini tersebar di enam regional untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia. "Jadi anak-anak kita dari keluarga rentan, mereka harus didampingi, mereka membawa berbagai masalah. Itu yang harus kita dampingi dengan baik, penuh empati, jadi harus dengan hati kerjanya," kata Gus Ipul saat membuka kegiatan pada 23 September 2026.
Pelatihan ini terbagi dalam enam regional. Regional Bandung mengirim 200 peserta dan menjadi satu-satunya yang kedepankan didatangi langsung Gus Ipul saat pembukaan. Sisanya tersebar di Regional Makassar 200 orang, Yogyakarta 198 orang, Banjarmasin 145 orang, Padang 198 orang, dan Jayapura 55 orang. Totalnya hampir 1.000 orang, yang berarti ratusan posisi pekerjaan baru di bidang rehabilitasi sosial yang tersebar di berbagai regional. "Begitu mereka tampil dengan percaya diri, saya terharu, dan Alhamdulillah dengan keterbatasan mereka, akhirnya bisa masuk sekolah rakyat," kata Inaya, wali asuh dari Sekolah Rakyat Indramayu yang sebelumnya berprofesi sebagai pendamping Program Keluarga Harapan.
Gus Ipul menjelaskan bahwa fungsi Sekolah Rakyat tidak hanya edukasi, tapi juga rehabilitasi dan pemberdayaan. Fungsi rehabilitasi itu yang dijalankan wali asuh dan wali asrama. Karena sifatnya sekolah berasrama, siswa tinggal di asrama dan mendapatkan pembentukan karakter di luar jam pelajaran reguler melalui kombinasi pendidikan keasramaan dan pelajaran umum agar lebih percaya diri dan memiliki keterampilan untuk menatap masa depan. Pelatihan ini membekali wali asuh dan wali asrama agar mampu menjalankan tugasnya secara terstruktur, terukur, dan mampu mendampingi siswa sampai lulus.
Baca Juga: Alat Berat Kontraktor Mogok Bikin Macet 1 Jam di Soekarno-Hatta, Pekerja Muda Terlambat Masuk Kerja
Pejabat struktural yang hadir antara lain Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, Plt. Kepala Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Afrizon Tanjung, serta Staf Khusus Mensos Fatkhurohman Taufik. Question yang masih menggantung adalah status ketenagakerjaan para wali asuh dan wali asrama ini, apakah sebagai Aparatur Sipil Negara, pekerja kontrak Kemensos, atau tenaga volunteers.
Sekolah Rakyat menyediakan jalur pendidikan dan rehabilitasi bagi anak dari keluarga tidak mampu di Jawa Barat. Hampir 1.000 wali asuh dan wali asrama sedang disiapkan lewat pelatihan ini untuk bisa memberikan Pendampingan yang dibutuhkan.