UPI Juara Putra dan Putri Campus League Futsal Bandung, STKIP Pasundan Kalah 2-1 di Final
UPI menyapu gelar putra dan putri Campus League Futsal Regional Bandung 2026. Tim putra menang 2-1 atas STKIP Pasundan, tim putri finis sempurna 18 poin

Dua gelar juara sekaligus diambil Universitas Pendidikan Indonesia pada Campus League Futsal Regional Bandung 2026. Tim putra UPI menutup final dengan kemenangan 2-1 atas STKIP Pasundan di GOR ITB Sports Center, Jatinangor, Jumat (6/11). Tim putri UPI finis di puncak dengan 18 poin dari enam laga. Kedua tim sama-sama berangkat ke The Nationals di Yogyakarta pada akhir November.
Bagi STKIP Pasundan, kekalahan itu lahir dari satu momen di menit ke-27. Muhammad Yusup Muharam, pemain yang sebelumnya membangun serangan balik cepat untuk gol pembuka, harus keluar setelah menerima kartu merah. UPI memakai keunggulan jumlah pemain untuk mengalirkan umpan cepat, lalu Ilham Maulana Shalman menyelesaikan peluang di depan gawang. Skema power play STKIP pada dua menit terakhir tidak menambah gol.
Jalannya laga putra sempat berbalik cepat. STKIP Pasundan sudah unggul saat pertandingan baru berjalan satu menit lewat Muhammad Sutan Kemas. UPI baru menyamakan skor beberapa detik sebelum turun minum melalui sepakan mendatar Fachry Tiftazani Taufik dari sisi kanan.
"Saya percaya dengan kualitas pemain meski kami kecolongan gol pada menit awal. Mereka menunjukkan mental luar biasa dan berani mengendalikan permainan melalui penguasaan bola," kata pelatih tim putra UPI, Fachmy.
Fachry, yang dinobatkan sebagai Player of the Match, menyebut golnya sebagai bagian dari proses belajar dari pemain senior. Ia ingin meneruskan perjuangan seniornya menjaga nama kampus lewat futsal.
Sektor putri tanpa satu pun kekalahan
Tim putri UPI menyapu bersih enam pertandingan dengan sistem double round robin. Rekor mereka: 51 gol dan hanya satu kali kebobolan. Laga terakhir melawan STKIP Pasundan berakhir 1-0 melalui gol Najwa Nabila Qurrotun Aini pada menit keenam.
Pelatih tim putri UPI Asep Sumpena tidak menjadikan hasil sempurna itu sebagai alasan berhenti berbenah. Ia menyoroti penyelesaian akhir dan ketenangan pemain di depan gawang sebagai dua hal yang harus dievaluasi sebelum The Nationals. Ia juga mengingatkan bahwa UPI finis ketiga pada tahun sebelumnya.
"Kami harus tetap mengevaluasi penyelesaian akhir dan ketenangan di depan gawang. Persaingan di The Nationals akan lebih kompetitif karena semua tim merupakan yang terbaik," kata Asep.
UPI masih berpeluang menambah kekuatan. Sejumlah pemain akan kembali bergabung setelah membela daerah masing-masing di ajang Pekan Olahraga.
Peta kekuatan berubah, juara bertahan tersingkir
Head of Competition Campus League Dave Leopold menyebut persaingan futsal antarkampus sulit ditebak setiap musim karena pemain lulus dan tim harus mengatur perekrutan ulang. Ia mencontohkan UIN Sunan Gunung Djati, juara nasional 2025, yang di regional Bandung tahun ini hanya finis ketiga setelah tersingkir di semifinal.
"Hal menarik dari Campus League ialah peta kekuatan tim selalu berbeda setiap tahun karena ada pemain yang lulus. Jika tim tidak mampu mengelola perekrutan pemain, mereka bisa kembali memulai dari nol," ujar Dave.
Pergeseran itu yang membuat penyelenggara membuka kompetisi antarsiswa SMA di tiap regional. Menurut Dave, ajang tersebut menjadi ruang bagi pelatih kampus untuk mencari pemain potensial sekaligus membuka peluang beasiswa olahraga bagi pelajar. Campus League sendiri sudah berjalan di lima kota termasuk Bandung, dan format regional seperti ini menjadi jalur masuk bagi tim kampus yang ingin bersaing di tingkat nasional.
Yang dipertaruhkan di Yogyakarta
Kompetisi regional Bandung berlangsung 30 Oktober hingga 6 November. Hasil akhirnya menentukan siapa yang mewakili Jawa Barat di The Nationals, dan bagi pemain mahasiswa ini adalah panggung yang tidak datang tiap semester. Sebagian dari mereka akan menghadapi tim dari regional lain yang juga lolos tanpa banyak kekalahan.
Persaingan di level nasional bukan hal baru bagi kampus-kampus di Bandung Raya. Tim seperti Persib Bandung juga tengah menyiapkan diri menghadapi fase akhir kompetisi mereka, seperti disampaikan Marc Klok soal kesiapan Persib menghadapi persaingan ketat di akhir musim. Pola yang sama berlaku di futsal kampus: siapa yang siap secara mental di laga penentuan, dia yang pulang membawa gelar.
Bagi pelajar SMA di Bandung yang ingin menempuh jalur serupa, kompetisi antarsiswa di tiap regional menjadi pintu masuknya. Sebelumnya, Campus League musim pertama diluncurkan di lima kota termasuk Bandung dengan format yang menyertakan jenjang sekolah. Kesempatan itu terbuka bagi siswa yang ingin kuliah lewat prestasi olahraga, bukan lewat jalur umum.