Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Gemuruh Keras Diikuti Longsor Besar, Bandung Barat Berduka

KBB · Oleh Salsa Maharani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Bencana tanah longsor di lereng Gunung Burangrang Bandung Barat Sabtu 24 Januari menewaskan 8 orang, 82 warga lain hilang tertimbun. Tim SAR gabungan berupaya evakuasi namun menghadapi kendala medan dan cuaca.

Gemuruh Keras Diikuti Longsor Besar, Bandung Barat Berduka

Longsor di Lereng Gunung Burangrang Bandung Barat: 8 Tewas, 82 Warga Hilang Tertimbun

Gemuruh keras terdengar pada dini hari Sabtu, 24 Januari 2024, di lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menjadi pemicu bencana tanah longsor yang membawa luka mendalam bagi warga setempat. Peristiwa ini bukan sekadar gemuruh biasa, melainkan suara mencekam yang menandai awal pergerakan material tanah dan lumpur yang menimpa dua kampung di Desa Pasirlangu.

Kronologi Lengkap Peristiwa Longsor Dini Hari

Menurut keterangan Kapolsek Cisarua A. Y. Yogaswara di Bandung, Sabtu pagi, peristiwa longsor terjadi tepat pukul 03.00 WIB. Saksi mata di lokasi mengabarkan bahwa kejadian diawali dengan suara gemuruh yang cukup keras, diikuti oleh pergerakan material longsor dari arah Kampung Pasirkuning menuju Kampung Pasir Kuda. Selain tanah dan lumpur, peristiwa ini juga disertai banjir bandang yang semakin memperparah dampak kerusakan dan korban.

\"Saat kejadian warga mendengar suara gemuruh cukup kuat, kemudian material longsor bergerak dari arah Kampung Pasirkuning menuju Kampung Pasir Kuda dan disertai banjir bandang,\" kata Yogaswara saat dikonfirmasi awak media.

Data Korban dan Proses Pencarian Saat Ini

Hingga saat ini, pihak berwenang telah mengumpulkan data korban terdampak bencana longsor ini. Dari total 113 warga yang berada di area terdampak, 23 orang telah selamat dan diamankan dengan aman. Sementara itu, 8 orang ditemukan meninggal dunia akibat tertimbun material longsor, dan 82 lainnya masih dalam proses pencarian yang berlangsung.

Tim SAR gabungan yang dikoordinasikan langsung oleh Bupati Kabupaten Bandung Barat telah bergerak cepat untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban. Tim ini terdiri dari berbagai unsur:

Untuk mempercepat proses pencarian, tim juga telah memanfaatkan bantuan anjing pelacak K9 yang dapat mendeteksi jejak korban yang tertimbun di bawah material longsor.

Kendala yang Dihadapi Tim Penyelamat

Proses pencarian dan evakuasi korban tidak berjalan mulus, karena tim penyelamat menghadapi sejumlah kendala signifikan. Medan di lokasi longsor tergolong berat, dengan ketebalan material longsor yang mencapai beberapa meter, sehingga menyulitkan pergerakan alat berat dan personel penyelamat. Selain itu, kondisi cuaca di lokasi masih mendung dan berpotensi turun hujan, yang tidak hanya memperlambat proses penyelamatan, tetapi juga meningkatkan risiko longsor baru yang dapat membahayakan keselamatan tim dan warga sekitar.

Tanah di sekitar lokasi kejadian juga masih dalam kondisi labil, sehingga pihak kepolisian harus berhati-hati saat melakukan operasi penyelamatan untuk menghindari risiko kerusakan lebih lanjut.

Imbauan dari Pihak Berwenang

Mengingat kondisi yang masih tidak aman di lokasi kejadian, pihak kepolisian telah mengimbau warga yang tinggal di sekitar perimeter lokasi longsor untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta untuk tetap mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang, dan segera mengungsi ke tempat yang aman jika terjadi tanda-tanda longsor baru.

Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi, agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu di kalangan warga setempat.

Pembaruan Terkait Operasi Penyelamatan

Tim SAR gabungan terus berpacu dengan waktu untuk melakukan pencarian korban yang masih hilang, dengan upaya yang terus ditingkatkan seiring dengan perkembangan kondisi di lapangan. Masyarakat dapat mengikuti informasi resmi dari BPBD Bandung Barat untuk mendapatkan pembaruan terbaru mengenai operasi penyelamatan dan kondisi korban.