Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Gempa M 6,9 Guncang Jepang Timur Laut, Shinkansen Dihentikan

Jabar · Oleh · · Diperbarui 7 Agustus 2026

Gempa magnitudo 6,9 guncang Prefektur Iwate, Jepang. Shinkansen Tohoku dihentikan, tidak ada korban jiwa. Pemerintah bentuk kantor tanggap darurat.

Gempa M 6,9 Guncang Jepang Timur Laut, Shinkansen Dihentikan

Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,9 mengguncang wilayah Prefektur Iwate, kawasan Tohoku, Jepang Timur Laut, pada Kamis (25/6) pagi pukul 07.30 waktu setempat. Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi Jepang (JMA), pusat gempa berada di lepas pantai dengan kedalaman sekitar 50 kilometer. Guncangan kuat bahkan terasa hingga ibu kota Tokyo.

Detil Lokasi dan Skala Gempa

Gempa ini memicu skala intensitas seismik Upper 6 pada skala 7 Jepang yang dirasakan di Kota Hashikami, Prefektur Aomori. Tingkat ini merupakan kategori kedua tertinggi dalam sistem penilaian kebencanaan negara tersebut. Sementara itu, Kota Hachinohe dan sekitarnya mencatat intensitas Lower 6.

Baca Juga: 80 Petugas dan Relawan Bergerak ke Kawah Wadon Gunung Gede, Api仍未也能 dipadamkan setelah Lebih 36 Jam

Wilayah Kanto-Koshinetsu, termasuk Tokyo, juga merasakan dampak guncangan dengan intensitas tercatat pada level 5 bawah hingga 5 atas. Sistem peringatan dini tsunami pun langsung diaktifkan untuk evaluasi, namun otoritas memastikan tidak ada peringatan tsunami yang akhirnya dirilis pascagempa.

Dampak pada Sistem Transportasi Kereta Api

Gempa ini membawa konsekuensi signifikan terhadap sektor transportasi darat. Perusahaan kereta api East Japan Railway Co. (JR East) secara langsung menghentikan operasional seluruh rute Shinkansen jalur Tohoku, baik arah utara maupun selatan, yang menghubungkan Stasiun Tokyo dan Stasiun Shin-Aomori.

Baca Juga: Mayat Wanita Tak Dikenal Terdampar di Sungai Cibatu Sukabumi, Diduga ODGJ

Langkah tersebut diambil sebagai protokol keselamatan standar untuk memastikan integritas rel dan infrastruktur kereta api. Penumpang yang telah terlanjur berada di dalam kereta mengalami penundaan perjalanan hingga waktu yang belum ditentukan.

Respons Cepat Pemerintah Jepang

Pemerintah setempat merespons bencana ini dengan membentuk kantor tanggap darurat di pusat manajemen krisis yang bernaung langsung di bawah Kantor Perdana Menteri. Langkah ini bertujuan mengkoordinasikan upaya mitigasi dan (penyelamatan) secara terpusat.

Juru bicara utama pemerintah Jepang, Minoru Kihara, dalam konferensi pers menyatakan optimisme awal. "Saat ini belum ada informasi yang menunjukkan adanya korban jiwa, namun kami terus memantau situasi terkait potensi kerusakan," katanya.

Kesiapsiagaan Sistem Bencana Jepang

Sebagai salah satu negara paling rawan gempa di dunia, Jepang memiliki infrastruktur seismik yang sangat matang. Sistem peringatan dini yang canggih memungkinkan deteksi cepat dan evakuasi terkoordinasi. Pendirian fasilitas tanggap darurat menunjukkan kesiapan institusi dalam menghadapi skenario darurat.

Hingga berita ini disusun, proses pemantauan masih berlangsung intensif di seluruh wilayah terdampak. Warga diinstruksikan untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan.