Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Bamsoet Ingatkan Generasi Muda Soal Bahaya Hoaks dan Deepfake di Ruang Digital

Jabar · Oleh ·

Bamsoet mengingatkan bahaya hoaks, deepfake, dan pencurian data di peringatan HUT ke-9 HIPAKAD. Data BSSN menyebut 5,16 miliar anomali siber sepanjang 2025, mendorong perluasan konsep bela negara ke ranah digital.

Bamsoet Ingatkan Generasi Muda Soal Bahaya Hoaks dan Deepfake di Ruang Digital

Ancaman terhadap bangsa tidak lagi datang hanya dari luar perbatasan. Peretas, penipu daring, dan pembuat hoaks bisa beroperasi dari kamar tidur mereka sendiri, menembus siapa saja yang tidak waspada.

Anggota DPR RI Bamsoet menyampaikan peringatan itu dalam perayaan HUT ke-9 HIPAKAD di Jakarta, Senin (21/9). Menurut dia, serangan terhadap kedaulatan Indonesia kini banyak terjadi di telepon genggam warga.

Badan Siber dan Sandi Negara mencatat sekitar 5,16 miliar anomali trafik internet sepanjang 2025. Angka itu menandai aktivitas yang terindikasi berpotensi menjadi ancaman siber. Bamsoet menyebut data tersebut saat menjelaskan mengapa bela negara harus merambah ranah digital.

Baca Juga: 600 Kios Baru Akan Dibangun di Pasar Ciranjang Cianjur pada 2027 untuk Tempatkan 1.500 Pedagang

Bela Negara Bukan Lagi Hanya soal Senjata

Bamsoet menilai semangat pertahanan negara perlu diperbarui. Kesiapan fisik saja tidak cukup di era ketika data pribadi bisa dicuri dan identitas bisa dipalsukan lewat teknologi.

Deepfake menjadi salah satu contohnya. Teknologi kecerdasan buatan itu bisa meniru wajah, suara, dan gestur seseorang sehingga menghasilkan video palsu yang tampak meyakinkan. Tanpa kemampuan menilai kredibilitas informasi, siapa pun bisa tertipu.

Baca Juga: SantaSea Waterpark dan Ngoet Event Organizer Minta Maaf Usai Gelarkan Pool Party Tanpa Izin Disporapar

"Jangan sampai kita mahir menggunakan AI tetapi mudah tertipu oleh hasil manipulasi AI," kata Bamsoet.

Ia meng列举 beberapa bentuk ancaman digital yang perlu diwaspadai. Hoaks, penipuan dalam jaringan, pencurian data, manipulasi informasi, hingga identitas palsu masuk dalam daftar tersebut. Semua bisa masuk melalui perangkat yang sehari-hari digunakan.

Keterampilan yang Perlu Dimiliki Generasi Muda

Bamsoet mendorong HIPAKAD untuk membekali anggotanya dengan kemampuan yang relevan menghadapi era digital. Literasi digital, pendidikan kebangsaan, pelatihan kecerdasan buatan, dan keamanan siber masuk dalam rencana pengembangan yang ia sampaikan.

Organisasi ini juga diharapkan mendorong kewirausahaan, sertifikasi keterampilan, dan pengabdian masyarakat. Tujuannya agar anggota tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk hal produktif.

Nilai-nilai yang diwariskan keluarga prajurit, seperti kedisiplinan dan tanggung jawab, menurut Bamsoet bisa diterjemahkan ke dalam kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman. Generasi muda dituntut tidak hanya sekadar menggunakan teknologi, tetapi juga memahami risikonya.

Ruang untuk Refleksi dan Tindakan

Bamsoet menyoroti bonus demografi yang tengah dihadapi Indonesia. Jumlah penduduk usia produktif yang besar menjadi peluang jika SDM-nya mampu bersaing secara global. Namun ia menekankan tanpa keterampilan yang memadai, potensi tersebut justru bisa menjadi beban.

Momentum peringatan HUT ke-9 HIPAKAD ia jadikan pengingat bahwa bela negara bersifat menyeluruh. Pendidikan, keterampilan, inovasi, dan kepedulian sosial menjadi bagian dari pertahanan bangsa yang tidak terlihat namun tidak kalah penting.

"Generasi muda harus menjadi kekuatan yang mampu mengubah perkembangan teknologi menjadi energi untuk kemajuan Indonesia," tutup Bamsoet.