Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

7.582 Warga Garut Positif TB, 81 Orang Meninggal dalam 9 Bulan

Jabar · Oleh ·

Dinkes Garut mencatat 7.582 warga positif TB sejak Januari-September 2026, 81 di antaranya meninggal. 51 kasus adalah TB MDR yang sulit disembuhkan dengan obat standar.

7.582 Warga Garut Positif TB, 81 Orang Meninggal dalam 9 Bulan

Tingginya angka tuberkulosis di Kabupaten Garut bikin warga di sekitaran Kampung Cibatu, Kecamatan Leuwigoong, Wasna (45), waswas. Tiga orang di lingkungannya最近 jatuh sakit dengan gejala serupa, batuk berkepanjangan dan napsu makan menurun drastis.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Garut menunjukkan, sejak Januari hingga September 2026, sedikitnya 7.582 warga dinyatakan positif TB. Dari jumlah itu, 51 orang di antaranya terjangkit TB MDR atau tuberkulosis yang sudah kebal terhadap obat standar. Dalam periode yang sama, 81 warga dilaporkan meninggal dunia karena penyakit ini.

TB MDR Sulit Diobati, Obat Standar Tak Mempan

TB MDR adalah bentuk tuberkulosis yang tidak lagi merespons obat isoniazid dan rifampicin, dua antibiotik lini pertama untuk TB biasa. Pasien MDR harus menjalani pengobatan yang jauh lebih panjang dan mahal.

Baca Juga: Camat Ciampel: Usulan Musrenbangdes Mulyasari Harus Jelas Sumber Anggarannya

"Penderita TB MDR ditandai kondisi penderita TB tidak kunjung membaik dan bertambah parah meski mereka sudah menjalani pengobatan selama 6 bulan tapi tidak tuntas," kata Asep Surahman, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Garut.

Gejala TB MDR meliputi demam, batuk darah, nyeri dada, berkeringat dingin di malam hari, napsu makan dan berat badan turun, mengigil, serta sesak napas.

Dinkes Jemput Bola, Tapi Jumlah Terlalu Besar

Dinkes Garut mengklaim telah memperbanyak skrining dengan melibatkan lintas sektoral dan melakukan jemput bola ke warga yang berisiko. Mereka membagikan obat isoniazid dan rifampicin kepada pasien TB reguler untuk menekan penyebaran.

Baca Juga: 600 Kios Baru Akan Dibangun di Pasar Ciranjang Cianjur pada 2027 untuk Tempatkan 1.500 Pedagang

Namun angka 7.582 kasus positif dalam sembilan bulan menunjukkan laju penularan masih tinggi. Masyarakat di района pedesaan yang sulit dijangkau petugas kesehatan menjadi kelompok paling rentan.

Garut Sumbang Kasus TB ke Peringkat Jawa Barat

Kasus TB di Garut berkontribusi pada kondisi Jawa Barat yang memiliki jumlah kasus tuberkulosis tertinggi di Indonesia. Kementerian Kesehatan sudah mendorong penanganan TB secara lintas sektoral karena penyakit ini tidak bisa ditangani sektor kesehatan saja.

Warga yang mengalami gejala TB dianjurkan segera memeriksa diri ke puskesmas. Dinas Kesehatan Garut juga menganjurkan penerapan pola hidup bersih dan sehat, pola makan seimbang, serta olahraga teratur untuk menjaga daya tahan tubuh.