Garut Berhasil Perbaiki 5 Pasar Tradisional dengan Anggaran Terbatas, Begini Strateginya
Garut benahi lima pasar tradisional secara bertahap dengan anggaran terbatas. Perbaikan meliputi drainase, tangga, lantai, hingga pengelolaan sampah demi kenyamanan pedagang.

Keterbatasan Anggaran Bukan Penghambat untuk Garut
Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, membuktikan bahwa niat baik pemerintah daerah dalam melayani masyarakat tidak harus bergantung pada anggaran besar. Dengan alokasi dana yang terbatas, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Garut berkomitmen membenahi pasar tradisional secara bertahap.
Kepala Disperindag ESDM Kabupaten Garut, Ridwan Effendy, menjelaskan bahwa pembenahan dilakukan dengan skala prioritas yang jelas. "Di samping sistem pengelolaan, kami juga terus memperbaiki sarana sesuai standar minimal," katanya.
Baca Juga: Museum Prabu Siliwangi Pamerkan 368 Keramik Kuno dari Delapan Abad Perdagangan Nusantara
Lima Pasar Tradisional Jadi Prioritas Perbaikan
Sejumlah pasar tradisional di Garut saat ini tengah mengalami transformasi demi kenyamanan pedagang maupun pengunjung. Berikut pasar-pasar yang sedang dibenahi:
- Pasar Guntur — Perbaikan drainase, jalan lingkungan pasar, dan pemeliharaan bangunan kantor Unit Pelaksana Tugas Pasar (UPT)
- Pasar Malangbong — Perbaikan tangga yang sudah tidak aman bagi pedagang dan pengunjung
- Pasar Wanaraja — Pembenahan lantai dua pasar
- Pasar Kadungora — Perbaikan tempat pengelolaan sampah yang selama ini mengganggu kenyamanan
- Pasar Guntur (lokasi kedua) — Perbaikan sarana pengelolaan sampah
"Kami melaksanakan lanjutan perbaikan drainase, termasuk juga jalan dan pemeliharaan bangunan kantor UPT karena sudah terlalu lama tidak ada perbaikan," terang Ridwan Effendy.
Strategi Pembenahan Secara Bertahap
Mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki, Garut tidak mungkin melakukan pembenahan total pada seluruh pasar secara bersamaan. Oleh karena itu, dipilihlah pendekatan bertahap dan berbasis kebutuhan.
"Perbaikan hanya sebagian saja, tidak semua sarananya, hanya sebagian kecil karena keterbatasan anggaran, jadi kami melakukannya secara bertahap setiap tahun," jelas Ridwan Effendy.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah memahami prioritas dan mampu mengelola sumber daya secara efisien. Setiap tahun, anggaran dialokasikan untuk membenahi sektor yang paling mendesak.
Dampak Positif bagi Pedagang dan Masyarakat
Pembenahan pasar tradisional diharapkan memberikan dampak langsung bagi para pedagang dan masyarakat sekitar. Kondisi pasar yang lebih layak akan meningkatkan:
- Kenyamanan pedagang dalam menjalankan aktivitas jual beli
- Keamanan bagi pengunjung yang selama ini terganggu akibat infrastruktur rusak
- Daya tarik pasar tradisional terhadap kompetitornya, yaitu pusat perbelanjaan modern
Pasar tradisional memiliki peran vital dalam menopang ekonomi lokal. Dengan fasilitas yang lebih baik, diharapkan aktivitas perdagangan di pasar tradisional Garut tetap bertahan dan berkembang.
Komitmen Pemerintah Daerah
Pelaksanaan pembenahan pasar tradisional di Garut sudah mulai berjalan dan ditargetkan tuntas tahun ini. Langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan layanan publik meski dengan segala keterbatasan.
Kondisi pasar tradisional yang nyaman dan tertata akan menciptakan lingkungan perdagangan yang sehat, meningkatkan kesejahteraan pedagang, serta memberikan pengalaman belanja yang menyenangkan bagi masyarakat.
Garut membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukanlah alasan untuk tidak berkarya. Dengan perencanaan yang matang dan eksekusi yang konsisten, pembenahan pasar tradisional dapat dilakukan secara berkelanjutan demi kepentingan bersama.