Evakuasi korban bencana tanah longsor di Cisarua
Update terbaru bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua Bandung Barat pada Sabtu (24/1/2026). Hingga pukul 12.30 WIB, 8 orang meninggal, 23 selamat, dan 82 lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Update Terbaru Kondisi Bencana Tanah Longsor di Desa Pasirlangu Cisarua Bandung Barat
Pada Sabtu (24 Januari 2026), bencana tanah longsor tiba-tiba mengguncang Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Kejadian ini menyebabkan kerusakan signifikan pada wilayah desa dan memaksa tim SAR gabungan segera beraksi untuk mengevakuasi korban serta melakukan pencarian terhadap orang yang hilang.
Latar Belakang Terjadinya Tanah Longsor
Menurut informasi awal dari kepala desa Pasirlangu, curah hujan deras yang turun selama tiga hari berturut-turut sebelum kejadian menjadi faktor utama terjadinya longsor. Curah hujan mencapai lebih dari 200 mm per hari, membuat tanah di wilayah pegunungan desa ini menjadi lembap dan tidak stabil. Daerah ini juga memiliki sejarah kejadian tanah longsor pada tahun 2022, meskipun skala tidak sebesar yang terjadi saat ini. Lokasi Desa Pasirlangu yang berada di lereng gunung dengan kemiringan cukup tinggi juga meningkatkan risiko terjadinya bencana semacam ini.
Data Asesmen Tim SAR Gabungan hingga Pukul 12.30 WIB
Hingga pukul 12.30 WIB, tim SAR gabungan yang terdiri dari petugas polisi, TNI, relawan masyarakat, dan pihak desa setempat telah melakukan asesemen menyeluruh terhadap dampak bencana:
- 23 orang selamat: Korban selamat telah dievakuasi ke tempat penampungan sementara yang berlokasi di balai desa Pasirlangu. Semua korban selamat telah mendapatkan bantuan medis dan logistik dari pemerintah kecamatan.
- 8 orang meninggal dunia: Korban meninggal telah diidentifikasi dan dikeluarkan dari lokasi longsor. Pihak keluarga telah dihubungi untuk mengambil jenazah dan melakukan proses pemakaman sesuai dengan adat istiadat lokal.
- 82 orang masih hilang: Tim SAR masih terus melakukan pencarian intensif terhadap orang-orang yang belum ditemukan. Tim menggunakan peralatan khusus seperti detektor keberadaan manusia, alat bantu pencarian di area longsor, dan drone untuk memantau wilayah yang sulit dijangkau.
"Kami akan terus bekerja tanpa henti hingga menemukan semua korban yang hilang. Saat ini, tim kami fokus pada area-area yang dianggap memiliki potensi tinggi untuk ditemukannya korban, terutama di sekitar rumah warga yang tertutup material longsor," ujar salah satu petugas SAR dalam keterangan kepada wartawan.
Upaya Penyelamatan yang Sedang Berlangsung
Tim SAR gabungan telah membagi area pencarian menjadi tiga zona untuk mempercepat proses pencarian: zona utara, zona tengah, dan zona selatan desa. Setiap zona diwakili oleh 15-20 petugas SAR yang dilengkapi dengan peralatan penyelamatan. Selain itu, organisasi bantuan seperti PMI juga turut andil dalam memberikan bantuan medis dan dukungan psikologis kepada korban selamat dan keluarga korban yang hilang.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat juga telah menyediakan bantuan logistik seperti makanan, air minum, selimut, dan peralatan kesehatan untuk korban selamat yang berada di tempat penampungan. Pemerintah juga telah mengirim tim teknis untuk mengevaluasi kerusakan infrastruktur dan merencanakan program rehabilitasi jangka pendek dan panjang.
Dampak pada Masyarakat Desa Pasirlangu
Bencana tanah longsor ini telah menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur desa, termasuk lebih dari 50 rumah warga yang hancur total, jalan raya yang tertutup material longsor, dan saluran air yang terputus. Banyak warga kehilangan harta benda dan tempat tinggal akibat kejadian ini.
Selain itu, banyak warga juga kehilangan sumber mata pencaharian mereka. Tanah pertanian yang subur di sekitar desa sebagian besar tertutup oleh material longsor, sehingga sulit untuk dilakukan aktivitas pertanian dalam waktu dekat. Peternak juga kehilangan ternak mereka yang tertimbun longsor.
Penutup
Proses pencarian dan evakuasi korban masih berlangsung hingga saat ini. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah terkait perkembangan bencana ini. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk turut membantu dalam proses penyelamatan dan rehabilitasi jika memiliki kemampuan.