Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Era Baru Media: Doraemon & MTV 'Pensiun', Apa Kabar Industri Hiburan?

KBB · Oleh Dimas Kurniawan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Awal 2026, Doraemon dan MTV 'pensiun' dari layar kaca, menandai pergeseran besar dalam industri hiburan. Peristiwa ini mencerminkan perubahan drastis konsumsi media dari tontonan kolektif ke personal, didorong oleh platform digital dan *streaming*.

Era Baru Media: Doraemon & MTV 'Pensiun', Apa Kabar Industri Hiburan?

Era Baru Media: Pensiunnya Doraemon dan MTV, Menelaah Pergeseran Lanskap Industri Hiburan

Awal tahun 2026 menjadi penanda penting dalam sejarah media populer. Dua ikon yang selama puluhan tahun akrab dalam kehidupan penonton, Doraemon dan MTV, kini harus menghadapi takdir serupa. Di Indonesia, si biru tanpa telinga, Doraemon, resmi berhenti tayang di RCTI setelah sekitar 35 tahun menemani pemirsa. Sementara itu, secara global, MTV menutup sejumlah kanal musik yang selama ini menyiarkan video musik selama 24 jam nonstop. Kedua peristiwa ini mengindikasikan adanya perubahan fundamental dalam dunia media yang tak lagi berpihak pada kebiasaan menonton kolektif.

Simbol Kebersamaan yang Tergerus Zaman

Sejak pertama kali tayang pada 9 Desember 1990, Doraemon telah hadir sebagai tontonan keluarga yang dinantikan setiap Minggu pagi. Lebih dari sekadar animasi anak, ia menjelma menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan berbagai generasi di depan satu layar. Nilai-nilai persahabatan, empati, dan penerimaan terhadap perbedaan karakter yang disajikan Doraemon turut membentuk pengalaman sosial anak-anak dari beragam latar belakang.

Hal serupa juga pernah dipersembahkan oleh MTV. Sejak mengudara pada tahun 1981, jaringan televisi ini menjadi medium utama yang memperkenalkan musik, budaya pop, dan ekspresi identitas lintas negara secara kolektif melalui televisi. Namun, seiring dengan evolusi kebiasaan audiens, format siaran tersebut pada akhirnya harus ditinggalkan.

Konvergensi Digital dan Gempuran Streaming

Berhentinya Doraemon di RCTI diduga kuat berkaitan dengan berakhirnya kontrak hak siar, meskipun belum ada penjelasan resmi dari pihak stasiun televisi. Di sisi lain, penutupan kanal musik MTV secara global secara terang-terangan dikaitkan dengan pergeseran konsumsi media ke platform digital dan layanan streaming. Dalam konteks ini, televisi konvensional semakin tersisih oleh logika industri yang mengutamakan:

>