Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

DSO Cianjur Juara Umum SBCK 2026 di Soreang, Tuan Rumah Kabupaten Bandung Menang di Hula Hoop dan Lari

KBB · Oleh ·

DSO Cianjur juara umum SBCK 2026 di Lapangan Upakarti Soreang. Tuan rumah Kabupaten Bandung menang estafet hula hoop dan lomba lari, kalah di klasemen keseluruhan.

DSO Cianjur Juara Umum SBCK 2026 di Soreang, Tuan Rumah Kabupaten Bandung Menang di Hula Hoop dan Lari

Lima District Sales Office (DSO) Karang Taruna se-Bandung Raya mengikuti Sehari Bersama Coklat Kita 2026 di Lapangan Upakarti, Soreang, Sabtu (7/11/2026). DSO Cianjur keluar sebagai juara umum setelah paling konsisten di rangkaian fun game. Tuan rumah DSO Kabupaten Bandung harus puas dengan kemenangan di beberapa nomor saja.

Kabupaten Bandung mengerahkan sekitar 100 anggota Karang Taruna dari berbagai kecamatan sebagai tuan rumah. DSO Bandung Timur membawa 50 orang. Tiga DSO lain, Bandung Barat, Kota Bandung, dan Cianjur, datang dengan rombongan masing-masing. Total peserta yang memadati lapangan berasal dari lima wilayah berbeda.

Acara dibuka sejak pagi dengan jalan bersama, lalu karnaval, fun game, penampilan DJ, band performance, bazar UMKM, dan ditutup konser Wali Band pada malam hari. Persaingan paling ketat terjadi di fun game yang mempertandingkan voli, estafet hula hoop, lomba lari bolak-balik, dan karnaval keliling lapangan.

Baca Juga: Irjen Slamet Uliandi Jadi Tersangka keempat Kasus Sadapan HP Presiden, Ini Perannya

DSO Kabupaten Bandung menang di estafet hula hoop dan lomba lari, serta meraih juara dua voli. Namun perolehan itu belum cukup menyalip Cianjur di klasemen keseluruhan. "Cianjur hebat sekali di tahun sekarang. Kalau keseluruhan dimenangkan sama Cianjur," kata perwakilan DSO Kabupaten Bandung, M Arif Billah.

Bagi sebagian peserta, SBCK Soreang menjadi pengalaman pertama. Perwakilan DSO Kabupaten Bandung Barat, Mochamad Ghipa Rahma Sabani, datang bersama Karang Taruna Bahana Muda, Desa Bandung Barat. Ia mengaku baru kali ini mengikuti ajang tersebut dan menilai pertemuan antardaerah sebagai bagian paling berkesan.

Ajang ini juga dipakai untuk memperkenalkan produk daerah. DSO Cianjur membawa tauco dan brondong, DSO Bandung Timur membawa lakar dan opak. DSO Kota Bandung memilih yel-yel sebagai andalan. Perwakilan DSO Bandung Timur, Irfan Sahrul Muharom dari Karang Taruna Harapan Baru Desa Rancaekek Kulon, menyebut produk UMKM dibawa agar dicoba peserta dari DSO lain.

Baca Juga: Polisi Amankan Pria 43 Tahun setelah TS Tewas Bersimbah Darah di Kamar Mandi Indekos Cimahi Tengah

Pemkab Bandung menilai kegiatan semacam ini perlu ruang lebih luas. Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menyebut masyarakat butuh tempat bersantai dan bersilaturahmi, tetapi kegiatan juga harus memberi dampak ekonomi bagi pelaku UMKM lokal. "Pemerintah Kabupaten Bandung pada prinsipnya sangat terbuka dan mendukung berbagai inisiatif kegiatan masyarakat dan swasta, sepanjang memberikan dampak positif dan mampu mendorong kemajuan daerah," katanya.

Soreang sebelumnya menjadi lokasi pembongkaran hampir 940 bangunan liar di trotoar dan drainase oleh Satpol PP Kota Bandung bersama Pemprov Jabar. Penataan ruang publik di Bandung Raya menjadi isu yang berulang. Kegiatan seperti SBCK memakai lapangan dan fasilitas umum untuk kegiatan warga, dengan peserta dari lima kabupaten dan kota.

Bagi pembaca Bandung Raya dan Jawa Barat, SBCK memperlihatkan jaringan Karang Taruna lintas daerah yang sudah punya struktur hingga tingkat desa. Produk yang dipamerkan, dari tauco Cianjur sampai opak Rancaekek, adalah komoditas yang bersaing di pasar yang sama. Ajang ini mempertemukan produsen kecil dengan calon pembeli dari luar daerahnya.

Ketua Karang Taruna di tingkat kecamatan dan kota juga menjalani proses pemilihan internal, seperti yang terjadi di Karang Taruna Cikarang Kota dengan perolehan 43 dari 52 suara. Struktur kepengurusan yang jelas menentukan siapa yang berangkat mewakili tiap DSO.

Gitaris Wali Band, Apoy, yang tampil sebagai bintang tamu utama, menyebut Coklat Kita sebagai entitas yang mampu memberdayakan sektor riil. "Saya pikir entitas Coklat Kita ini luar biasa, karena mampu memberdayakan sektor riil UMKM. Harapannya diikuti entitas lain, sehingga pemberdayaan UMKM makin luar biasa," ujarnya.

Perwakilan DSO Cianjur, Ari Nugraha, menilai nilai utama SBCK ada pada persaudaraan yang terbangun setelah lomba selesai. Menurutnya, kegiatan ini mempertemukan Karang Taruna se-Bandung Raya dan diharapkan memunculkan hal yang bermanfaat setelah acara berakhir.