Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

DPR meminta tim SAR utamakan keselamatan saat evakuasi korban di Cisarua

KBB · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

Wakil Ketua Komisi V DPR RI tekankan keselamatan tim SAR dalam evakuasi korban longsor Bandung Barat, soroti tantangan teknis, koordinasi lintas lembaga, dan rekomendasi mitigasi.

DPR meminta tim SAR utamakan keselamatan saat evakuasi korban di Cisarua

Evakuasi Longsor di Bandung Barat: Prioritas Keselamatan Tim SAR dan Analisis Risiko

Bandung Barat, Jawa Barat – Pada Senin (19/02/2026), Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda menegaskan kembali pentingnya keselamatan tim SAR dalam operasi evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Pernyataan tersebut muncul bersamaan dengan upaya pencarian 65 orang yang masih tertimbun material longsor di Kampung Pasir Kuning.


Latar Belakang Bencana

Longsor yang terjadi pada akhir pekan lalu dipicu oleh curah hujan tinggi yang terus berlangsung sejak awal minggu. Tanah di daerah pegunungan Cisarua dikenal labil, sehingga risiko tanah susulan menjadi ancaman utama bagi penduduk dan tim penyelamat. Bencana hidrometeorologis ini merupakan bagian dari rangkaian peristiwa serupa yang melanda wilayah Sumatera Utara hingga Jawa Barat dalam beberapa minggu terakhir.


Instruksi Wakil Ketua Komisi V

"Petugas harus sangat hati-hati dan mempertimbangkan kondisi lokasi bencana. Mitigasi risiko saat proses evakuasi sangat penting agar tidak ada korban tambahan akibat tanah yang masih labil,"

>

– Syaiful Huda, Senin, 2026

Dalam sambutan yang disiarkan secara langsung, Huda menekankan tiga poin utama:


Tantangan Teknis di Lokasi

Tim SAR menghadapi beberapa kendala kritis:

Para ahli geoteknik menyarankan penggunaan sensor monitoring dan pemetaan 3D untuk menilai stabilitas lereng secara real‑time sebelum menurunkan tim ke area paling berisiko.


Implikasi Kebijakan dan Koordinasi

Pernyataan Huda juga menjadi sinyal bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memperkuat sistem peringatan dini. Ia menekankan bahwa:

Keterlibatan BNPB dalam penyediaan peralatan evakuasi, serta Basarnas dalam operasi udara, menjadi faktor kunci untuk mempercepat proses pencarian dan penyelamatan.


Rekomendasi untuk Penanganan Selanjutnya

Berikut rangkuman rekomendasi yang dapat diimplementasikan oleh semua pemangku kepentingan:

Dengan mengintegrasikan langkah‑langkah tersebut, diharapkan risiko korban tambahan dapat diminimalisir, sekaligus meningkatkan ketahanan komunitas terhadap bencana hidrometeorologis di masa depan.


Artikel ini disusun berdasarkan pernyataan resmi Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, serta data lapangan yang tersedia hingga 19 Februari 2026.